RADARSOLO.COM-Selain dikenal dengan soto, Boyolali juga kondang dengan olahan daging sapinya.
Namanya asem-asem iga. Adalah sajian daging iga sapi dalam balutan kuah asem-asem yang menggugah selera.
Warung olahan serbadaging iga sapi di Kampung Madu Mulyo, Kelurahan Pulisen, Boyolali ini menjadi jujukan pecinta kuliner.
Potongan daging iga sapi di warung ini cukup besar. Saat digigit, daging iga terasa empuk.
Sedangkan kuahnya memadukan rasa gurih dari kaldu daging ditambah asam bumbu rempah.
Rahasia rasa asem yang menyegarkan berasal dari belimbing wuluh dan asam jawa.
Ike Rahma, pengelola warung menjelaskan, untuk mendapatkan tekstur yang iga sapi yang empuk, cukup dengan merebusnya.
Setelah itu, siapkan bahan asem-asem. Seperti tumis bawah putih, bawang merah, cabai merah dan hijau.
Baru daging iga yang telah matang dimasak bersama tumisan aneka rempah.
Sedangkan kuahnya berasal dari kaldu sapi yang gurih.
Setelah mendidih dan bumbu meresap, asem-asem iga sapi siap dihidangkan.
"Sapinya dari kandang sendiri. Jadi tahu kulaitas dagingnya," jelas Ike.
Baca Juga: Sompil Jogonalan, Salah Satu Kuliner Langka dari Klaten: Mirip Ketupat, Cita Rasa Lebih Gurih
Dalam sehari, Ike bisa menghabiskan 10 kilogram daging iga sapi.
Olahan daging iga sapi yang tak kalah sedapnya ada iga bakar, gongso iga dan lainnya.
Aneka menu olahan daging iga sapi dibanderol mulai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per porsi.
Sedangkan khusus untuk asem-asem iga dibanderol Rp 40 ribu.
Wahyu, salah satu penikmat kuliner mengakui asem-asem daging iga di warung setempat empuk dan lembut.
Itu membuatnya ketagihan dan enggan pindah ke lain hati.
"Bumbu rempahnya juga terasa enak," ungkapnya. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono