Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Istimewanya Pecel Mbak Lina di Wonogiri Kota yang Belinya Pakai Nomor Antrean

Iwan Adi Luhung • Sabtu, 4 Januari 2025 | 01:39 WIB
Mbak Lina melayani pesanan pelanggan. Menu pecel di warung ini banyak digandrungi.
Mbak Lina melayani pesanan pelanggan. Menu pecel di warung ini banyak digandrungi.

RADARSOLO.COM-Menu nasi pecel di Kelurahan Wonoboyo, Wonogiri Kota ini tak kalah mantap dibandingkan tempat kelahirannya, Madiun.

Adalah Warung Pecel Mbak Lina. Lokasinya tak jauh dari Pasar Pokoh.

Jika dari Pokoh, berjalan ke utara hingga perempatan pertama. Warung itu berada di barat perempatan tersebut.

Sang pemilik warung, Herlina Andriyani mengamini peminat pecel bikinannya cukup banyak.
Hingga akhirnya dilakukan penomoran bagi pelanggan yang hendak membeli pecel.

"14.00 nomornya sudah kita pasang. Kalau mulai buka pukul 16.00," ujarnya.

Nomor tersebut dipasang di bagian depan warung.

Pelanggan bisa mengambil nomor sebelum warung buka sesuai dengan perkiraan pukul berapa dia nanti akan datang.

"Nomornya bisa sampai 60," kata wanita yang akrab disapa Lina itu.

Menurut Lina, tak ada yang membedakan pecel bikinannya dengan pecel lain.

Hanya saja, pelanggan menilai sambal pecelnya lebih nendang.

"Ada tiga sambal pecel. Yang pedas sedang, pedas dan ada yang tanpa lombok (cabe). Yang tanpa lombok biasanya untuk nyuwun sewu, yang sudah sepuh," kata dia.

Meski demikian, peminat pecel dengan sambal tanpa lombok sangat jarang.

Baca Juga: Bakmi Semin Mbah Bejo di Kota Wonogiri yang Melegenda sejak 1970, Pertahankan Cara Masak Tradisional: Rasanya Maknyus

Yang paling laris adalah pelanggan dengan sambal pedas.

Warung nasi pecel ini mulai buka sekira 3 tahun. Awalnya, Lina menjual sayur.

Namun kini Lina hanya menjual pecel dan sejumlah lauk lain.

"Paling laris pecel. Magrib biasanya sudah habis," beber dia.

Harga pecel disana juga relatif murah. Satu porsi pecel bakmi tanpa nasi dihargai Rp 3 ribu. Jika ingin menambah bongko harganya Rp 1 ribu.

"Tambah bacem, atau tempe goreng juga seribuan," beber dia.

Meski murah, soal rasa tak perlu diragukan.

Pecel bakmi bikinan Lina nyamleng. Bumbu sambal kacangnya terasa kuat.

"Buka setiap hari, kecuali kalau ada acara," beber dia.

Bima, salah satu pelanggan mengaku suka dengan pecel itu.

"Pesan yang pedas. Enak dan nagih rasanya. Ini juga beli buat orang rumah," kata dia. (al/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#mbak lina #wonogiri kota #sambal #pedas #Wonoboyo #nasi pecel