Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kuliner Legendaris Klaten Membawa Cita Rasa hingga ke Singapura: Bertahan hingga Generasi Ketiga, Pelanggan Lintas Negara

Angga Purenda • Rabu, 26 Maret 2025 | 23:27 WIB
TRADISIONAL: Bobby Sampurna merupakan generasi ketiga yang melanjutkan usaha ayam panggang khas Klaten ini.
TRADISIONAL: Bobby Sampurna merupakan generasi ketiga yang melanjutkan usaha ayam panggang khas Klaten ini.

RADARSOLO.COM - Eksistensi ayam panggang legendaris dari Klaten ini tidak hanya menyedot pelanggan lokal.

Dalam waktu dekat, kuliner yang sudah ada sejak 1960-an itu mendapat kehormatan diundang salah satu hotel ternama di Singapura untuk menyajikan kepada para tamu.

Di sebuah rumah sederhana yang terletak di Gang Beruang, Kampung Tegal Blateran, Kota Klaten, terdapat kuliner legendaris yang telah mengundang perhatian dunia.

Sebuah warung makan ayam panggang menjadi simbol dari dedikasi dan komitmen keluarga dalam menjaga cita rasa, hingga mendapat kehormatan diundang ke Singapura pada Mei nanti untuk memperkenalkan kuliner khas Klaten itu di hotel ternama.

Saat Jawa Pos Radar Solo mendatangi rumah yang sekaligus menjadi warung ayam panggang ini, Bobby Sampurna, 60, generasi ketiga yang meneruskan usaha ini, menceritakan perjalanan panjang usaha keluarganya.

Usaha ayam panggang ini dimulai sejak 1960-an oleh neneknya, Ny. Ang Bie, dan diteruskan oleh ibunya, Ny. Anggriani, hingga akhirnya Bobby meneruskan dan mengelolanya sejak 1998.

Dahulu, ayam panggang ini dijajakan keliling se-Jawa Tengah menggunakan tenongan. Diangkut berjalan kaki, dijual di stasiun, terminal, hingga pertokaan.

Namun, pada 1999, Bobby menghentikan penjualan keliling tersebut setelah ada krisis kepercayaan dari pelanggan terhadap produk ayam panggang yang dijual dengan nama Ny. Anggriani, padahal bukan produksi mereka.

Kini, selain membuka warung di kediamannya, Bobby bekerja sama dengan beberapa toko di Solo dan Jogja untuk memasarkan ayam panggang legendaris ini.

"Kami sangat memperhatikan kualitas bahan utama dan rempah-rempahnya. Dari pemilihan ayam, tusuk, hingga kayu bakar untuk pemanggangan. Semua itu untuk menghasilkan ayam panggang dengan cita rasa yang khas," ujar Bobby dengan penuh semangat.

Untuk menghasilkan ayam panggang khas Klaten ini, dibutuhkan waktu dan ketelitian. Bobby menjelaskan, proses pemanggangan menggunakan delapan rempah dengan waktu penetrasi bumbu pada bagian usus lebih dari 15 jam.

Sedangkan pada bagian daging, proses penetrasi bumbu memakan waktu sekitar 30-40 menit.

"Itu semua agar rasa dan aroma yang dihasilkan benar-benar menggoda selera," tambahnya.

Komitmen keluarga Bobby dalam menjaga cita rasa ayam panggang ini berbuah manis. Pelanggan setia tidak hanya datang dari kota-kota besar di Indonesia, tapi juga dari luar negeri seperti Korea Selatan, Belanda, Tiongkok, Malaysia, dan Singapura.

Bahkan, sebuah hotel ternama di Singapura mengundangnya untuk menyajikan ayam panggang dalam sebuah acara selama 10 hari pada Mei nanti.

"Mereka mengundang saya untuk menyediakan 700-1.000 porsi ayam panggang selama satu minggu. Saya akan pergi bersama anak dan asisten untuk mengenalkan ayam panggang ke Singapura. Ini kesempatan besar bagi kami," ungkap Bobby dengan penuh kebanggaan.

Ayam panggang ini tetap mempertahankan rempah khas yang diolah dengan tradisi turun-temurun keluarga Bobby.

Meskipun bahan ayamnya akan didatangkan dari Singapura, rempah-rempah yang digunakan tetap berasal dari Klaten. Ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh keluarga. (ren/bun)

Editor : Damianus Bram
#kuliner khas #ayam panggang #restoran