Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bakmi Jawa Pak Mindot Lawasan di Solobaru Sukoharjo, Cita Rasa Gunung Kidul di Tengah Modernitas

Iwan Kawul • Sabtu, 3 Mei 2025 | 16:00 WIB
Menikmati bakmi Jawa dengan nuansa rumah joglo lawasan di Bakmi Jawa Pak Mindot Solobaru, Grogol, Sukoharjo. (Iwan Kawul/Radar Solo)
Menikmati bakmi Jawa dengan nuansa rumah joglo lawasan di Bakmi Jawa Pak Mindot Solobaru, Grogol, Sukoharjo. (Iwan Kawul/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Di tengah gemerlapnya kawasan Solobaru, Grogol, Sukoharjo, yang dipenuhi deretan kuliner kekinian, hadir satu tempat makan yang justru memikat hati dengan kesederhanaan dan kekuatan tradisinya: Bakmi Jawa Pak Mindot Lawasan.

Baru berdiri pada 19 Maret 2025 lalu, tapi langsung mencuri perhatian masyarakat dan pecinta kuliner karena membawa angin segar lewat konsep Jawa Lawasan yang kental dan cita rasa bakmi khas Gunung Kidul yang otentik.

Tak butuh waktu lama, warung makan ini viral. Setiap malam, antrean pelanggan tak pernah surut. Mereka datang bukan hanya untuk mengisi perut, tetapi juga untuk bernostalgia menikmati sensasi makan bakmi di dapur masa lalu.

”Kami memang ingin menghidupkan kembali rasa dan suasana Jawa yang lawas, yang sekarang sudah jarang ditemui. Tempatnya kita desain penuh dengan unsur kayu Jawa, perabot jadul, dan dekorasi artistik lawasan,” terang Fendi alias Mindot, Owner dari Bakmi Jowo Lawasan Pak Mindot saat ditemui di sela kesibukannya.

Keistimewaan Bakmi Pak Mindot tak berhenti di tampilan visual. Dapur mereka juga setia pada metode memasak tradisional. Tak ada kompor gas modern atau wajan anti lengket. Di sini, semua dimasak menggunakan arang dan wajan baja, media masak khas dapur Jawa tempo dulu.

”Satu porsi dimasak satu-satu, nggak langsung lima sekaligus seperti chinese food. Kami ingin menjaga konsistensi rasa. Memang agak lebih lama, tapi hasilnya terasa banget. Aromanya juga khas, karena pakai arang,” jelas Fendi

Hal inilah yang membuat pengalaman makan di sini berbeda. Proses yang perlahan dan detail justru memberi waktu bagi pengunjung untuk menikmati suasana, ngobrol santai, atau sekadar menyesap teh panas di meja kayu lawas.

Fendi menyebutkan, kekuatan utama masakan mereka ada pada kaldu dan racikan bumbu. Bukan bumbu instan atau pasaran, melainkan olahan sendiri yang diwarisi dari resep keluarga.

”Kami pakai bumbu bacem yang diramu dari berbagai rempah. Ada miri, udang kering, dan bumbu lainnya yang kami olah jadi satu. Ini khas Gunung Kidulan. Tapi kami modifikasi jadi racikan yang hanya kami punya. Nggak ada di tempat lain,” ungkapnya.

Kaldu ayam yang kaya rasa menjadi dasar dari bakmi godog. Sedangkan untuk menu goreng, rasa gurih bumbu bacem terasa menyatu dengan mi dan potongan ayam Jawa yang empuk.

Menu yang ditawarkan cukup beragam, namun tetap fokus pada cita rasa khas Jawa. Ada Bakmi Jawa Lawasan, Bakmi Godog Lawasan, Capcay Lawasan, Nasi Goreng Lawasan, hingga Rica-Rica Lawasan.

Semua menu menggunakan ayam kampung. Dibanderol dengan harga bersahabat, mulai dari Rp 19.000 hingga Rp 30.000. (kwl/adi)

Editor : Adi Pras
#bakmi jawa #Solobaru #lawasan #Grogol #sukoharjo #gunung kidul