Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral Cabe Gendot Gegara Oseng ala Teh Shanty, Apa Bedanya dengan Cabai Rawit Biasa?

Syahaamah Fikria • Sabtu, 17 Mei 2025 | 02:45 WIB
Oseng cabe gendot yang kini viral.
Oseng cabe gendot yang kini viral.

RADARSOLO.COM - Cabe gendot atau cabe bendot kini tengah jadi viral dan diperbincangkan usai dimasak oleh Teh Shanty, istri komedian Denny Cagur.

Lewat video masakan sederhana berupa oseng cabe gendot, Teh Shanty sukses membuat banyak netizen, termasuk para food vlogger, penasaran dan ikut mencoba resep pedasnya.

Beberapa di antaranya yang mencoba memasak osen cabe gendot ala Teh Shanty adalah Ayu Wisya, Angbeen Rishi, hingga food reviewer Nanakoot.

Mereka pun memberikan review terhadap rasa dan sensasi pedas cabai itu.

Apa Itu Cabe Gendot?

Disebut juga cabe bendot atau cabe gendol, cabe gendot sejatinya merupakan jenis cabai habanero (Capsicum chinense), salah satu varietas cabai terpedas di dunia.

Berasal dari kawasan Amerika Tengah, tepatnya Semenanjung Yucatan, cabai ini bisa mencapai tingkat kepedasan 100.000–350.000 Scoville Heat Unit (SHU).

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan cabai rawit biasa yang hanya berkisar di angka 50.000–100.000 SHU.

Di Indonesia, cabe gendot bisa tumbuh subur terutama di dataran tinggi seperti Dieng dan Bandung.

Iklim yang sejuk dengan paparan sinar matahari yang cukup membuat tanaman ini dapat berkembang baik dan menghasilkan buah secara berkelanjutan.

Tekstur dan Cita Rasa yang Unik

Bentuk cabe gendot cenderung bulat dan gemuk seperti lonceng mini, dengan permukaan mengilap dan daging yang tebal.

Karena itulah dinamai "gendot", yang dalam bahasa Sunda berarti gemuk atau montok.

Rasanya? Bukan hanya pedas membakar lidah, tapi juga menyimpan aroma dan rasa khas, sedikit fruity dan menyengat.

Tak heran jika cabai ini sering dijadikan bumbu utama dalam masakan khas Sunda seperti oseng atau sambal gendot.

Cara Menanam dan Merawat Cabe Gendot

Meski berasal dari luar negeri, cabe gendot dapat dibudidayakan di Indonesia, terutama di wilayah yang memiliki suhu sejuk.

Tanaman ini menyukai tanah ber-pH sedikit asam (5–6) dan harus disiram hanya saat tanah benar-benar kering.

Terlalu banyak air justru akan membuat rasanya pahit.

Menariknya, cabe gendot adalah tanaman berbunga abadi.

Dalam kondisi optimal, ia bisa terus berbunga dan berbuah sepanjang tahun, terutama di iklim tropis seperti Indonesia.

Bukan Cabe Biasa

Berkat viralnya oseng cabe gendot ala Teh Shanty, jenis cabai itu kini kembali populer di dapur rumah tangga.

Selain pedasnya yang luar biasa, cabai ini menawarkan sensasi rasa unik yang membuat banyak orang ketagihan, meski harus siap menahan panas di lidah.

Cabe gendot atau cabe bendot ini tentu bisa jadi alternatif pilihan jika bosan dengan cabai rawit biasa. Sekaligus mencoba untuk ikut membuat oseng cabe gendot ala Teh Shanty. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#cabai terpedas #cabai rawit #viral #Cabe Gendot #cabe bendot #Teh Shanty #Oseng Cabe Gendot