Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Nikmatnya Bakmi Bu Warni Kalikuning di Kalikotes Klaten, Memasaknya Masih Pakai Arang: Eksis selama 33 Tahun

Angga Purenda • Sabtu, 20 September 2025 | 14:15 WIB
Seporsi bakmi godog di Warung Bu Warni Kalikuning, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Seporsi bakmi godog di Warung Bu Warni Kalikuning, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Bakmi godog atau rebus bisa jadi pilihan kuliner saat mengunjungi Kabupaten Klaten.

Ada begitu banyak tempat makan bakmi Jawa di Kota Bersinar yang legendaris dan terkenal kelezatannya. Salah satunya Bakmi Bu Warni Kalikuning di Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes.

Warung bakmi ini tidak hanya menyediakan bakmi rebus, tetapi juga bakmi goreng. Begitu juga nasi goreng, nasi mawut, bihun rebus dan bihun goreng. Tetapi bakmi rebus jadi primadona pilihan pelanggan yang datang.

Sampai saat ini, seluruh masakan diolah satu persatu secara langsung oleh Suwarni yang sudah berusia 76 tahun.

Bahkan dari resep hingga cara memasaknya dengan menggunakan arang masih terus dipertahankan untuk menjaga cita rasa.

Siapa sangka keberadaaan warung bakmi sederhana itu sudah eksis sejak 1992 atau sudah 33 tahun lamanya.

Suwarni menceritakan, awal mulanya memulai usaha warung bakmi ketika sang suami sudah pensiun dari pekerjaannya.

Sebagai ibu rumah tangga, lantas terdorong membuka usaha. Terlebih lagi terdapat enam anak yang harus dicukupi kebutuhannya.

Hingga akhirnya memberanikan diri mencoba membuka warung bakmi yang sampai saat ini ditempatinya.

Warni telah bereksperimen berbagai resep secara mandiri hingga dirasa sudah cocok dengan lidah pembeli.

Setidaknya ada empat menu yang ditawarkan saat warung bakminya dibuka yakni bakmi godog atau rebus, bakmi goreng, nasi goreng dan capcay.

Dia masih ingat betul dalam seporsi dibanderol seharga Rp 750 di awal 1990-an. Bahkan bisa melayani 30-40 porsi dalam sehari.

Kini untuk seporsi bakmi godog dibanderol dengan harga Rp 17 ribu per porsi. Dalam sehari bisa melayani lebih dari 100 porsi dari pukul 09.00-16.00. Setidaknya mampu menghabiskan 10 kilogram (kg) mi basah setiap kali berjualan.

”Dalam seporsi bakmi godog itu ada mi dan aneka sayur seperti kubis, daun bawang dan irisan tomat. Ditambah dengan seledri dan bawang goreng. Kami juga menggunakan ayam kampung,” ujar Warni saat ditemui Radarsolo.com, Jumat (19/9/2025).

Lebih lanjut, Warni mengungkapkan, untuk memasaknya masih mempertahankan dengan menggunakan arang.

Meskipun sesekali dirinya harus mengipasi arang agar bara api dapat menyala secara stabil. Terlebih lagi hal itu juga menjaga cita rasa bakmi godog yang diolahnya.

Cita rasa bakmi godog Bu Warni begitu gurih dengan kuahnya yang kekuningan. Hal ini tak bisa dilepaskan dari penggunaan kuah kaldu ayam kampung sebagai pembeda dengan warung bakmi lainnya.

”Pastinya bangga karena dari warung bakmi ini bisa bantu keluarga. Bisa menyekolahkan anak-anak. Apalagi sudah ada satu anak yang juga membuka warung bakmi dengan resep turun temurun ini,” ujar Warni. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#bakmi jawa #bakmi goreng #klaten #Kalikotes #bakmi godog