RADARSOLO.COM–Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa berkah berlimpah bagi UMKM kuliner di Kabupaten Klaten.
Salah satu yang menjadi primadona dan buruan para perantau adalah Jenang Ayu Niten.
Panganan manis nan legit ini berasal dari Dusun Niten, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi.
Kuliner legendaris tersebut mengalami lonjakan permintaan yang sangat signifikan seiring dengan kepulangan warga perantauan ke kampung halaman.
Produksi Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat
Pengelola Jenang Ayu Niten, Dwi Atmanti mengungkapkan, aktivitas dapur produksinya meningkat tajam selama masa libur Nataru guna memenuhi permintaan pelanggan yang datang langsung ke rumah produksi.
Jika pada hari biasa produksi hanya berkisar 20 kilogram, kini melonjak hingga lebih dari 50 kilogram per hari.
Meski area pemasaran rutin mencakup Solo dan Jogja, saat libur panjang banyak perantau dari luar Jawa yang datang langsung untuk menjadikannya oleh-oleh.
Rahasia Rasa dari Generasi Keenam
Kunci eksistensi Jenang Ayu Niten sejak tahun 1928 terletak pada konsistensi menjaga resep tradisional yang kini telah memasuki generasi keenam.
- Bahan Berkualitas: Menggunakan gula Jawa murni tanpa campuran untuk tekstur yang lembut dan mudah diiris, serta santan kelapa kualitas terbaik.
- Proses Tradisional: Dimasak selama 5 jam dengan terus diaduk di atas tungku kayu bakar, menghasilkan aroma khas yang tidak dimiliki proses modern.
- Tanpa Pengawet: Meski tanpa bahan kimia, jenang ini mampu bertahan hingga dua bulan, menjadikannya sangat aman untuk dibawa dalam perjalanan jauh ke luar pulau.
Varian Kemasan dan Harga
Baca Juga: Warteg Bolodewe Manahan: Sensasi Makan Ala Warteg di Solo dengan Nuansa Kafe Dua Lantai
Untuk menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi muda melalui penjualan online, Jenang Ayu Niten menyediakan beragam pilihan kemasan:
- Kemasan Kecil (2 ons): Rp23.000 (isi 11-12 potong), praktis untuk camilan.
- Kemasan 1 Kilogram: Rp100.000.
- Kemasan Besar (3 Kg): Umumnya dipesan untuk keperluan hantaran atau hajatan.
Tersedia juga krasikan dan permen tape sebagai variasi oleh-oleh.
Adam Sutanto, 55, pembeli asal Sleman mengakui bahwa cita rasa jenang ini tetap konsisten dan awet, menjadikannya pelanggan setia setiap kali berkunjung ke Klaten. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono