Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Nostalgia Tempo Dulu dengan Menyantap Garang Asem Kendil di Masaran Sragen

Ahmad Khairudin • Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:15 WIB
Menu garang asem kendil di Rumah Makan Ayam Ungkep Kembaran, Dusun Kembangan, Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Menu garang asem kendil di Rumah Makan Ayam Ungkep Kembaran, Dusun Kembangan, Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Di tengah gempuran kuliner modern yang serba instan, di wilayah Kecamatan Masaran, Sragen mengingatkan kembali ke masa lalu.

Bukan hanya soal rasa, namun tentang aroma tanah liat dan memori masa kecil yang tersaji hangat di atas meja.

Meski berada di pinggiran kabupaten, tepatnya di Dusun Kembangan, Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, rumah makan Rumah Makan Ayam Ungkep Kembaran ini tak pernah sepi pengunjung.

Sejumlah menu olahan ayam kampung khas Sragen menjadi daya tarik utama para pecinta kuliner.

Salah satu yang paling dicari adalah menu garang asem kendil. Cita rasa bumbu khas Sragen ditambah penyajiannya yang unik, menyuguhkan sensasi tersendiri bagi penikmatnya.

Berada di dalam kendil dari tanah liat membuat hangat dan rasa asli garang asem tetap terjaga hingga suapan terakhir.

Ini merupakan masakan tradisional Jawa yang sering digunakan untuk acara kenduri, perjamuan makan, atau selamatan.

Pengunjung warung, Hendro merasakan kenikmatan dan nostalgia di tempat ini.

”Masakan olahan ayam yang nikmat dan menggugah selera,” ujarnya.

Bagi para pengunjung, tempat ini lebih dari sekadar rumah makan. Ia adalah mesin waktu.

Di antara uap panas yang keluar dari mulut kendil dan suasana kayu-kayu tua, Ayam Ungkep Kembaran berhasil menyajikan kembali sepotong kenangan masa lalu yang gurih dan tak terlupakan.

Pemilik rumah makan yang merupakan saudara kembar sengaja mengambil konsep tempo dulu.

Ambarwati selalu pemilik rumah makan menjelaskan tentang inspirasi dan konsep rumah makan.

”Tidak hanya citarasa makanannya yang khas Sragen, namun suasana jadul rumah makan juga disuguhkan untuk memberikan sensasi dan kenangan masa lalu,” ujarnya.

Dia menjelaskan selain ayam ungkep yang ikonik, hidangan garang asem kendil menjadi primadona lain yang tak kalah memikat.

Ambarwati menjelaskan, penggunaan wadah tradisional ini adalah kunci utama keunikan presentasi mereka. Hidangan ini disajikan dalam kendil tanah liat berwarna cokelat tua yang khas, dengan potongan ayam kampung terendam dalam kuah santan gurih yang masih berbuih hangat.

Di dalamnya terlihat campuran bumbu tradisional seperti irisan tomat hijau segar dan cabai rawit utuh yang memberikan sensasi rasa segar, asam, dan pedas yang seimbang sempurna.

Kuahnya yang kental dan berbusa menegaskan bahwa hidangan ini disajikan benar-benar segar langsung dari tungku, mempertahankan keaslian dan kehangatan tradisional.

Suasana otentik semakin kental dengan perlengkapan makan pendukung, seperti gelas kaleng bermotif blirik hijau-putih yang sangat lekat dengan nuansa pedesaan zaman dulu.

Setiap detail visual ini memperkuat kesan "lawasan" yang menjadi ciri khas Ayam Ungkep Kembaran. Ada cerita menyentuh di balik terciptanya menu ini.

”Kami ingin menciptakan menu yang asalnya dari zaman dahulu, kami datangkan lagi di masa sekarang. Biar orang-orang tidak kangen masakan ayam kenduren,” tandasnya.

Untuk masalah harga, di tempat kuliner dengan konsep bangunan jadul tersebut cukup terjangkau, dikisaran dua puluhan ribu hingga seratus tiga puluh ribu untuk menu paket ramai-ramai. (din/adi)

 

Editor : Adi Pras
#sragen #garang asem #kuliner #masaran