RADARSOLO.COM - Sajian nasi liwet memang sangat mudah dijumpai di berbagai sudut wilayah Wonogiri.
Namun, ada satu warung yang namanya sudah cukup legendaris di telinga para pencinta kuliner malam. Nasi Liwet Bu Wakit namanya.
Terletak di wilayah Kecamatan Ngadirojo, warung ini sukses menjadi "pemadam kelaparan" andalan warga di tengah malam sejak era 1990-an.
Buka Dini Hari, Laris Manis Saat Ramadhan
Tidak sulit untuk menemukan warung yang menjajakan sajian gurih tersebut.
Letaknya sangat strategis, tepat di sebelah utara lampu merah Kecamatan Ngadirojo dan berdiri persis di tepi jalan raya.
Hanya ada satu menu utama yang dijual di warung sederhana ini, tak lain dan tak bukan adalah sepiring nasi liwet hangat.
"Kami buka hanya dini hari, mulai pukul 01.30 sampai pukul 06.00," ujar pemilik warung.
Meski jam operasionalnya terbilang ekstrem, warung Nasi Liwet Bu Wakit nyaris tak pernah sepi pembeli.
Antrean bahkan sudah mulai terlihat saat warung baru bersiap untuk buka.
Apalagi pada momen bulan suci Ramadhan seperti saat ini, banyak pelanggan yang sengaja mampir untuk berburu nasi liwet atau sekadar membeli lauk ayam opor sebagai hidangan sahur.
"Warung ini sudah buka sejak tahun 1996 atau 1997-an. Dari dulu menunya ya konsisten ini saja. Kalau ditanya harganya zaman dulu, saya malah sudah lupa," kenang Bu Wakit sembari tersenyum.
Baca Juga: Mengintip Rahasia Dapur Bumbu Ganep di Gemolong Sragen, Oles Bumbu Berulang Bikin Rasanya Maknyus
Cita Rasa Gurih Otentik yang Bikin Nagih
Tampilan sajian Nasi Liwet Bu Wakit memang tampak sangat sederhana.
Satu porsi piring anyaman akan diisi dengan nasi liwet wangi, sayur labu siam (jipang), dan siraman kuah opor.
Sebagai pelengkap, pembeli bebas memilih aneka lauk lezat seperti daging ayam, telur bulat, kepala ayam, hingga rempelo ati (ampela hati) yang dimasak bumbu opor kuning.
Meski secara visual terlihat sederhana, urusan rasa tak boleh diremehkan.
Setiap suapan nasinya meninggalkan jejak rasa gurih santan yang sangat kuat.
Jika pembeli menginginkan sensasi rasa pedas, tersedia cabai rawit rebus dan sambal pedas di atas meja makan yang siap menggoyang lidah.
Tak ketinggalan, ada tempe dan tahu goreng hangat serta kerupuk yang disajikan secara cuma-cuma sebagai pendamping setia.
Berikut adalah rincian harga ramah di kantong berdasarkan pilihan lauknya:
- Nasi Liwet + Lauk Telur: Rp8.000
- Nasi Liwet + Lauk Kepala Ayam: Rp10.000
- Nasi Liwet + Lauk Rempelo Ati: Rp10.000
- Nasi Liwet + Lauk Daging Ayam: Rp14.000
Cita rasa otentik ini nyatanya sukses memikat pelanggan baru.
Gustav Rizal, salah seorang pembeli, mengaku baru pertama kali menjajal makan di warung legendaris tersebut.
Warga Kecamatan Wonogiri Kota itu mengaku sangat terkesan.
"Enak banget rasanya, sangat gurih. Saya paling suka dengan paduan sayur labu siamnya. Tadi saya pesan pakai lauk rempelo ati, benar-benar cocok untuk sahur," puji Gustav. (al)