RADARSOLO.COM – Lidah pecinta pedas benar-benar diuji saat mencicipi rica mentok khas Alas Bromo di kawasan Sinongko, Kelurahan Delingan, Kecamatan Karanganyar.
Sajian ini bukan sekadar kuliner biasa, melainkan perpaduan rasa pedas, gurih, dan rempah yang “meledak” sejak suapan pertama.
Aroma bumbu yang ditumis matang langsung menyeruak begitu hidangan disajikan. Warna merah menyala dari cabai seolah memberi isyarat kuatnya sensasi pedas yang ditawarkan.
Namun di balik tampilannya yang garang, rica mentok ini justru menghadirkan harmoni rasa yang memikat.
Baca Juga: Kuliner Malam Wonogiri: Nasi Liwet Bu Wakit Ngadirojo, Pemadam Kelaparan Sejak Era 90-an
Daging mentok diolah hingga empuk sempurna tanpa menyisakan bau amis. Pada varian rica mentok basah, kuah kental kaya rempah membalut setiap potongan daging, menciptakan sensasi hangat yang meresap perlahan di lidah.
Sedangkan rica mentok goreng menghadirkan rasa lebih pekat, dengan bumbu yang menempel kuat dan menghadirkan pedas gurih yang lebih “nendang”.
Sensasi pedasnya datang bertahap. Dimulai dari gurih, lalu meningkat hingga memunculkan keringat. Justru di titik itulah kenikmatan terasa maksimal, membuat siapa pun sulit berhenti menyantap.
Baca Juga: Umbul Gedhe Pool and Resto di Tulung Klaten Dibuka, Tawarkan Konsep Kolam Khusus Wanita
Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana yang turut mencicipi sajian ini mengaku terkesan dengan kekuatan rasanya.
”Pedasnya mantap, bumbunya meresap. Ini tipe masakan yang bikin nambah terus,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Tak hanya dari kalangan pejabat, rica mentok Alas Bromo juga mendapat banyak respons positif dari para pecinta kuliner yang datang langsung menikmati hidangan di lokasi.
Salah seorang pengunjung, Rian, 34, mengaku rela datang dari luar kota demi merasakan sensasi rica mentok tersebut.
”Pedasnya beda, bukan cuma pedas cabai tapi kaya rempah. Makan di sini juga adem, suasananya alami banget,” katanya.
Pengunjung lainnya, Rosyidi, 41, menyebut rica mentok Alas Bromo sebagai salah satu kuliner pedas terbaik yang pernah ia coba.
Baca Juga: Polisi Bongkar Praktik Pengoplosan LPG 3 Kg di Tasikmadu Karanganyar, Omzet Per Bulan Capai Miliaran
”Jarang ada mentok yang diolah seenak ini. Dagingnya empuk, bumbunya kuat, dan suasana Alas Bromo ini bikin pengalaman makan jadi beda,” ungkapnya.
Selain cita rasa, suasana alam di sekitar lokasi turut menjadi nilai lebih. Hamparan pepohonan dan udara segar khas pedesaan menghadirkan pengalaman makan yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menenangkan pikiran.
Perpaduan sensasi pedas rica mentok dan nuansa alam Alas Bromo inilah yang menjadikan kuliner ini kian digemari.
Tak sekadar makan, pengunjung seolah diajak menikmati pengalaman kuliner yang utuh—rasa, suasana, dan kebersamaan dalam satu sajian. (rud/adi)
Editor : Adi Pras