RADARSOLO.COM - Keripik tempe benguk menjadi salah satu kuliner khas Wonogiri yang cukup populer di masyarakat.
Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat camilan tradisional ini banyak diminati.
Salah satu sentra produksi keripik tempe benguk berada di wilayah Grobog, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri Kota.
Baca Juga: Sejumlah Unit Usaha KDKMP di Wonogiri Sudah Jalan, Ada Perikanan hingga Jual Beras
Di kawasan tersebut, banyak warga menggantungkan penghasilan dari usaha pembuatan keripik tempe benguk.
Bahan utama keripik ini berasal dari kacang benguk yang diolah menjadi tempe.
Setelah itu, tempe diiris tipis lalu digoreng hingga garing. Rasanya berbeda dibanding keripik tempe kedelai pada umumnya.
Rohayati, perajin keripik tempe benguk mulai menekuni usaha tersebut sejak 2009.
"Produksinya rumahan. Mulai buat tempe benguk sampai penggorengan. Masih manual juga," ujar warga Lingkungan Grobog RT 2 RW 4.
Menurut dia, proses pembuatan keripik tempe benguk cukup panjang dan membutuhkan ketelatenan.
Benguk mentah harus direbus, diberi abu agar kulit mudah dilepas, lalu direndam semalaman.
Setelah itu benguk diiris tipis secara manual.
"Satu biji bisa jadi sekitar 18 irisan tipis," jelasnya.
Setelah melalui beberapa kali perebusan dan perendaman, irisan benguk kemudian diberi ragi untuk proses fermentasi hingga menjadi tempe.
Proses tersebut memakan waktu sekitar lima hari sampai akhirnya siap digoreng dan dijual.
"Setelah jadi tempe baru bisa digoreng," katanya.
Satu bungkus keripik tempe benguk dijual sekitar Rp14 ribu dan kerap dijadikan oleh-oleh khas Wonogiri. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono