Kimpul Naik Daun, Ini Umbi-Umbian Lokal Lain yang Tak Kalah Menarik

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 07:43 WIB
Umbi-umbian Lokal Indoensia. (AI Generated)
Umbi-umbian Lokal Indonesia. (AI Generated)

RADARSOLO.COM - Kalau mendengar kata umbi-umbian, apa yang langsung terlintas di pikiran? Singkong, ubi jalar, kentang, atau mungkin talas?

Padahal, Indonesia punya jauh lebih banyak jenis umbi yang tumbuh di berbagai daerah. Salah satunya kimpul, umbi yang sekilas memang mirip talas dan cukup akrab di sejumlah wilayah Indonesia.

Kimpul termasuk tanaman dari kelompok talas-talasan. Bagian yang biasa dimanfaatkan adalah umbinya, yang dapat diolah menjadi berbagai makanan. Rasanya yang cenderung gurih dan teksturnya yang khas membuat kimpul bisa dikonsumsi dengan cara direbus, dikukus, digoreng, atau diolah menjadi makanan lain.

Baca Juga: Kimpul Viral di TikTok, Umbi Lokal Ini Disulap Jadi Seblak hingga Arancini

Kamu perlu tahu, kimpul bukan satu-satunya umbi lokal yang menarik untuk dikenal.

Ada gembili yang termasuk keluarga Dioscorea. Bentuknya cenderung kecil dan memanjang dengan kulit berwarna cokelat. Di sejumlah daerah, gembili telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan dapat diolah dengan cara direbus atau dikukus.

Kemudian ada uwi. Umbi ini juga berasal dari kelompok Dioscorea dan memiliki banyak varietas. Bentuk dan warna dagingnya dapat berbeda-beda. Uwi secara tradisional digunakan sebagai salah satu sumber karbohidrat dan bisa diolah menjadi makanan sederhana.

Kalau namanya terdengar seperti tanaman hias, ada ganyong. Tanaman ini menghasilkan rimpang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Ganyong juga dapat diolah menjadi pati yang kemudian digunakan untuk berbagai produk makanan.

Ada pula garut. Umbi ini dikenal karena patinya yang dapat digunakan sebagai bahan pangan. Tepung garut bahkan sudah lama dimanfaatkan dalam berbagai olahan tradisional.

Baca Juga: Dari “B Aja” hingga “Mending Denger di Spotify”: Membaca Makna Tersirat di TikTok

Sementara itu, suweg mungkin terdengar lebih asing bagi sebagian orang. Umbi ini termasuk tanaman yang masih satu keluarga dengan porang dan memiliki ukuran cukup besar. Di beberapa daerah, suweg pernah dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan lokal.

Jenis lainnya adalah gadung. Berbeda dengan beberapa umbi sebelumnya, gadung membutuhkan proses pengolahan yang tepat sebelum dikonsumsi karena secara alami mengandung senyawa yang dapat menyebabkan keracunan jika tidak diolah dengan benar. Karena itu, gadung tidak bisa diperlakukan seperti singkong atau ubi yang bisa langsung dimasak secara sederhana.

Keberadaan berbagai umbi tersebut menunjukkan bahwa sumber pangan Indonesia sebenarnya sangat beragam. Namun, sebagian di antaranya semakin jarang ditemui dalam menu sehari-hari dan kalah populer dibandingkan bahan pangan yang lebih umum.

 

Editor : Kabun Triyatno
kimpul bahan umbi-umbian lokal panah