Kenapa Makanan Berbau Dubai Sering Dijual Mahal? Ternyata Bukan Cuma Soal Nama

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:39 WIB
Dubai Chewy Cookie, Salah Satu Makanan Dubai yang Viral. (Foto: Pinterest)
Dubai Chewy Cookie, Salah Satu Makanan Dubai yang Viral. (Foto: Pinterest)

RADARSOLO.COM - Nama “Dubai” belakangan tidak hanya melekat pada gedung pencakar langit dan gaya hidup mewah. Di media sosial, nama tersebut ikut merambah dunia kuliner. Mulai dari Dubai chewy cookie, cokelat Dubai, hingga berbagai dessert dengan isian pistachio dan kunafa.

Menariknya, makanan-makanan tersebut kerap dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dessert sejenis. Lantas, apa yang membuat makanan bertema Dubai bisa mahal?

Salah satu faktornya adalah bahan yang digunakan. Dubai chewy cookie, misalnya, identik dengan kombinasi pistachio, kunafa atau kataifi, cokelat, dan marshmallow.

Pistachio menjadi salah satu komponen yang membuat harga produk meningkat. Apalagi jika penjual menggunakan pasta atau krim pistachio dengan kandungan kacang yang tinggi, bukan sekadar perisa pistachio.

Baca Juga: Cotot Goreng, Kuliner Viral di Tawangmangu Karanganyar yang Wajib Kamu Coba

Begitu pula dengan kunafa atau kataifi. Bahan ini berupa adonan berbentuk serabut tipis yang memberikan tekstur renyah pada bagian dalam dessert. Penggunaannya membutuhkan pengolahan tersendiri agar tetap garing ketika dipadukan dengan krim.

Bahan-bahan tersebut kemudian dipadukan dengan tekstur yang berbeda. Bagian luar bisa dibuat kenyal, sementara bagian dalam menghadirkan krim pistachio yang lembut dan kunafa yang renyah.

Kombinasi tekstur inilah yang membuat proses pembuatannya tidak sesederhana membuat kukis biasa. Setiap bagian harus diolah dengan tepat agar menghasilkan sensasi yang menjadi ciri khas dessert tersebut.

Namun, harga mahal tidak hanya ditentukan oleh bahan dan proses produksi. Popularitas di media sosial juga ikut berperan.

Baca Juga: Makanan Viral Tak Cukup Sekadar “Enak”, Harus Punya Visual yang Bisa Difoto

Dessert bertema Dubai memiliki tampilan yang mudah menarik perhatian. Ketika dibelah, isian pistachio dan kunafa yang melimpah menciptakan visual yang cocok untuk konten video, termasuk konten food review dan ASMR.

Nama “Dubai” sendiri juga membawa citra kemewahan. Kota tersebut selama ini lekat dengan gaya hidup mewah, sehingga penggunaan nama Dubai pada produk makanan dapat memberikan kesan eksklusif.

Akibatnya, konsumen sebenarnya tidak hanya membayar bahan makanan. Ada pula biaya produksi, kemasan, pemasaran, serta nilai tren yang membuat produk tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Dubai chewy cookie. Cokelat Dubai yang memadukan cokelat, pistachio, dan kunafa juga menjadi salah satu produk yang ikut mempopulerkan kombinasi tersebut.

Tren kemudian berkembang. Berbagai produk mulai mengadaptasi konsep Dubai ke dalam bentuk dessert lain. Mulai dari kue, pastry, minuman, hingga makanan ringan.

Baca Juga: Kenapa Makanan Manis Bikin Mood Lebih Baik? Ini Penjelasannya

Jadi, ketika melihat dessert dengan embel-embel Dubai dibanderol mahal, harganya bukan semata-mata karena nama. Ada bahan premium, proses pembuatan, kemasan, dan yang tidak kalah penting, “biaya viral” yang ikut masuk dalam harga jualnya. (annas rohmanda purbaningrum)

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum makanan dessert dubai cokelat