RADARSOLO.COM - Buat pencinta makanan Asia, ramen dan ramyeon tentu sudah tidak asing lagi. Keduanya sama-sama berupa mi dan sering muncul dalam berbagai konten kuliner. Namun, tahukah kamu kalau ramen dan ramyeon sebenarnya bukan makanan yang sama?
Perbedaan keduanya tidak hanya terletak pada cara penulisan atau negara asal. Ramen dan ramyeon berkembang dalam budaya kuliner yang berbeda, meski keduanya memiliki hubungan sejarah yang cukup erat.
Ramen, Mi Berkuah Khas Jepang
Ramen dikenal sebagai salah satu hidangan mi paling populer dari Jepang. Makanan ini biasanya terdiri atas mi gandum yang disajikan bersama kuah dan berbagai topping.
Baca Juga: Cuma Roti dan Butter, Kok Bisa Viral? Ini Rahasia Salt Bread yang Lagi Digandrungi
Jenis ramen pun sangat beragam. Ada shoyu ramen dengan kuah berbahan dasar kecap asin, miso ramen yang menggunakan pasta miso, hingga tonkotsu ramen yang terkenal dengan kuah kaldu tulang babi yang gurih dan pekat.
Tidak hanya kuahnya, tekstur mi dan topping ramen juga bisa berbeda-beda. Telur, irisan daging, rumput laut, daun bawang, hingga rebung sering digunakan sebagai pelengkap.
Menariknya, ramen memiliki sejarah yang berkaitan dengan perkembangan mi dari Tiongkok di Jepang. Seiring waktu, hidangan tersebut berkembang dan memiliki karakter tersendiri hingga menjadi bagian penting dari budaya kuliner Jepang.
Baca Juga: Pedasnya Bikin Nagih! Tahu Kocek Ternyata Gampang Dibuat di Rumah
Ramyeon, Mi Instan yang Melekat dengan Korea
Sementara itu, ramyeon merupakan istilah dalam bahasa Korea untuk mi yang umumnya merujuk pada mi instan.
Berbeda dengan ramen Jepang yang identik dengan hidangan restoran dengan beragam jenis kuah, ramyeon Korea justru sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mi ini mudah ditemukan di minimarket, supermarket, maupun kedai di Korea Selatan.
Ramyeon biasanya memiliki cita rasa yang lebih kuat, gurih, dan pedas. Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan bumbu bubuk atau saus pedas yang membuat kuahnya terasa lebih berani.
Cara menikmatinya pun sederhana. Ramyeon bisa dimasak hanya dengan bumbu bawaan, tetapi banyak orang menambahkan telur, daun bawang, kimchi, keju, sosis, atau berbagai bahan lain sesuai selera.
Budaya makan ramyeon juga semakin dikenal secara global berkat drama dan film Korea. Adegan karakter menyantap mi instan di depan panci atau bersama orang lain bahkan membuat ramyeon semakin identik dengan budaya Korea.
Baca Juga: Bukan Cokelat Biasa! London Chocolate Cake Bikin Susah Berhenti Ngemil
Jadi, Apa Bedanya?
Secara sederhana, ramen lebih identik dengan hidangan mi Jepang, sedangkan ramyeon lebih identik dengan mi instan Korea.
Meski begitu, bukan berarti semua ramen Jepang dibuat secara tradisional dan semua ramyeon Korea selalu instan. Di Korea juga terdapat hidangan yang menggunakan istilah ramen, sementara Jepang memiliki berbagai produk mi instan bergaya ramen.
Perbedaan yang paling mudah dilihat adalah konteks penggunaannya. Ketika mendengar kata ramen, orang biasanya membayangkan semangkuk mi dengan kuah dan topping yang disajikan di restoran. Sementara ketika mendengar ramyeon, yang terbayang sering kali adalah mi instan Korea yang dimasak dalam panci kecil.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum