RADARSOLO.COM - Mie ayam menjadi salah satu olahan mie yang begitu dekat dengan masyarakat Indonesia. Hidangan sederhana berupa mie kenyal dengan topping ayam, sawi, dan kuah gurih ini bisa dengan mudah ditemukan, mulai dari warung kaki lima hingga kedai makanan kekinian.
Namun, Indonesia bukan satu-satunya negara ASEAN yang punya makanan khas berbahan mie. Negara-negara tetangga juga memiliki olahan mie dengan cita rasa dan cara penyajian yang berbeda-beda.
Ada yang disajikan bersama kuah kaldu hangat, ditumis dengan bumbu rempah, hingga dipadukan dengan seafood. Berikut beberapa olahan mie khas negara ASEAN yang menarik untuk dikenali.
Baca Juga: Pedasnya Bikin Nagih! Tahu Kocek Ternyata Gampang Dibuat di Rumah
Malaysia – Laksa
Malaysia memiliki beragam jenis laksa yang populer di berbagai daerah. Secara umum, laksa merupakan hidangan mie atau bihun yang disajikan bersama kuah kaya rempah.
Jenisnya pun beragam. Ada Laksa Sarawak yang menggunakan kuah berbumbu pekat, ada pula Asam Laksa dengan kuah ikan yang memiliki rasa asam dan pedas. Sementara itu, Curry Laksa menggunakan kuah kari yang gurih dan kaya rempah.
Thailand – Pad Thai
Kalau Indonesia punya mie ayam, Thailand punya Pad Thai yang sudah dikenal hingga berbagai negara. Hidangan ini menggunakan mie beras yang ditumis bersama telur, tahu, tauge, dan kucai.
Baca Juga: Clean Eating Lagi Tren, Ternyata Indonesia Sudah Punya Versi Tradisionalnya
Cita rasa Pad Thai berasal dari perpaduan asam, manis, dan gurih. Sausnya umumnya dibuat menggunakan asam jawa, kecap ikan, dan gula. Sebagai pelengkap, Pad Thai disajikan dengan kacang tanah tumbuk dan perasan jeruk nipis.
Vietnam – Pho
Vietnam memiliki Pho, salah satu hidangan mie paling ikonik dari negara tersebut. Pho menggunakan mie beras tipis yang disajikan dalam kuah kaldu sapi atau ayam.
Keunikan Pho terletak pada kuahnya yang kaya aroma. Kaldu biasanya dimasak bersama berbagai rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan adas bintang. Irisan daging dan daun-daunan segar kemudian ditambahkan sebagai pelengkap.
Filipina – Pancit Palabok
Filipina punya Pancit Palabok, olahan mie beras tipis yang disiram dengan saus udang berwarna oranye kemerahan.
Hidangan ini semakin menarik karena memiliki berbagai topping. Udang, telur rebus, bawang putih goreng, hingga chicharon dapat digunakan sebagai pelengkap. Perpaduannya menghasilkan rasa gurih dengan tekstur yang beragam dalam satu porsi.
Singapura – Hokkien Mee
Hokkien Mee menjadi salah satu olahan mie yang populer di Singapura. Hidangan ini menggunakan perpaduan mie kuning dan bihun yang dimasak bersama kaldu udang.
Mie kemudian ditumis dan dimasak hingga kuahnya meresap. Hasilnya berupa mie dengan tekstur sedikit basah dan aroma smoky yang khas karena dimasak menggunakan wajan panas.
Baca Juga: Siang Lagi Panas? Cobain 5 Minuman Tradisional Indonesia yang Dijamin Bikin Segar
Myanmar – Mohinga
Myanmar memiliki Mohinga yang kerap disebut sebagai salah satu hidangan nasional negara tersebut. Berbeda dari mie goreng, Mohinga berupa mie beras yang disajikan dalam kuah ikan berbumbu.
Kuahnya dibuat menggunakan berbagai bahan seperti serai, jahe, bawang putih, dan tepung kacang chickpea. Teksturnya cenderung kental dengan rasa gurih dan kaya rempah. Mohinga juga umum disantap sebagai menu sarapan.
Kamboja – Kuy Teav
Kuy Teav merupakan sup mie beras yang populer di Kamboja, terutama sebagai menu sarapan dan makanan kaki lima.
Mie disajikan dalam kuah kaldu yang gurih dan sedikit manis. Sebagai pelengkap, hidangan ini bisa diberi daging babi cincang, udang, tauge, dan bawang putih goreng.
Baca Juga: Kenalan dengan Sourdough, Roti Fermentasi Alami yang Punya Cita Rasa Khas
Laos – Khao Piak Sen
Laos punya Khao Piak Sen, sup mie dengan tekstur kenyal yang cukup berbeda dari mie pada umumnya. Mienya dibuat dari campuran tepung beras dan tapioka sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal.
Mie dimasak langsung di dalam kaldu ayam. Proses tersebut membuat pati dari mie ikut larut sehingga kuah menjadi lebih kental. Hidangan ini cocok disantap dalam kondisi hangat.
Brunei Darussalam – Mee Mamak
Brunei Darussalam juga memiliki olahan mie yang mendapat pengaruh dari kuliner India-Muslim, yaitu Mee Mamak.
Mie kuning ditumis bersama bumbu kari, kecap manis, tahu, telur, dan sayuran seperti kol. Perpaduan tersebut menghasilkan hidangan dengan rasa gurih, manis, dan pedas yang cukup kuat.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum