RADARSOLO.COM - Dimsum dan gyoza kerap dianggap sebagai makanan yang sama. Wajar saja, keduanya sama-sama memiliki kulit tipis dengan isian daging atau sayuran di bagian dalamnya.
Namun, meski terlihat mirip di atas piring, dimsum dan gyoza sebenarnya berasal dari dua tradisi kuliner yang berbeda. Mulai dari asal-usul, bentuk, isian, hingga cara memasaknya pun tidak sepenuhnya sama.
Dimsum berasal dari Tiongkok dan sebenarnya bukan nama untuk satu jenis makanan saja. Istilah dimsum merujuk pada beragam hidangan berukuran kecil yang biasanya disajikan bersama teh.
Baca Juga: Begini Perjalanan Dimsum, dari Rumah Teh di Tiongkok hingga Jadi Jajanan Favorit di Indonesia
Sebab itu, jenis dimsum sangat beragam. Ada siomay, hakau, lumpia, bakpao, hingga berbagai jenis pangsit. Cara memasaknya pun berbeda-beda, mulai dari dikukus, digoreng, hingga direbus.
Sementara itu, gyoza merupakan makanan khas Jepang yang bentuknya lebih spesifik. Gyoza sebenarnya terinspirasi dari jiaozi, pangsit asal Tiongkok yang kemudian berkembang menjadi salah satu makanan populer di Jepang.
Jika dimsum memiliki banyak bentuk dan jenis, gyoza biasanya mudah dikenali dari bentuknya yang menyerupai setengah lingkaran. Bagian pinggir kulitnya dilipat dan dibuat berlipat-lipat untuk menutup isiannya.
Baca Juga: Jangan Salah Sebut! Ramen dan Ramyeon Ternyata Punya Perbedaan
Isi gyoza umumnya terdiri dari daging cincang yang dicampur dengan sayuran, seperti kol dan daun bawang. Namun, kini banyak pula variasi gyoza dengan isian ayam, udang, hingga sayuran.
Perbedaan lain yang cukup mudah ditemukan terletak pada cara memasaknya.
Dimsum paling sering dikenal dalam bentuk makanan kukus. Siomay dan hakau, misalnya, biasanya disajikan dalam kukusan bambu. Namun, beberapa jenis dimsum juga bisa digoreng atau dipanggang.
Baca Juga: Petit Gateau, Kue Mungil Prancis yang Cantik dan Elegan
Gyoza memiliki cara masak yang sedikit berbeda. Salah satu metode paling populer adalah yaki gyoza atau gyoza panggang.
Gyoza dimasak di atas wajan dengan sedikit minyak hingga bagian bawahnya menjadi renyah. Setelah itu, air ditambahkan dan wajan ditutup agar bagian atas gyoza matang karena uap.
Hasilnya, gyoza memiliki perpaduan tekstur yang khas. Bagian bawah terasa renyah, sedangkan bagian atasnya tetap lembut dan kenyal.
Dari segi kulit, gyoza juga cenderung menggunakan kulit yang lebih tipis dibandingkan beberapa jenis pangsit atau dimsum. Hal tersebut membuat isian dan tekstur renyahnya lebih terasa ketika dimakan.
Singkatnya, dimsum merupakan istilah luas untuk berbagai makanan kecil khas Tiongkok. Sedangkan gyoza adalah jenis pangsit khas Jepang dengan bentuk, isian, dan cara penyajian yang lebih spesifik.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum