Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ikan Peacock Bass dan Channa, Pemangsa yang Mempesona

Damianus Bram • Minggu, 11 Juli 2021 | 23:56 WIB
BERKELOMPOK: Ikan Pbass diminati karena memiliki corak yang unik, meskipun warnanya kurang mentereng dibanding ikan hias lainnya. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
BERKELOMPOK: Ikan Pbass diminati karena memiliki corak yang unik, meskipun warnanya kurang mentereng dibanding ikan hias lainnya. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)
MASA pandemi Covid-19 jadi kesempatan untuk menyalurkan hobi. Salah satunya memelihara ikan di aquarium. Seperti Peacock Bass dan Channa yang lagi ngehits.

Pbass sebutan bagi ikan Peacook Bass, habitat aslinya dari Amerika Selatan. Tergolong ikan air tawar jenis predator yang hidup berkoloni. Perawatannya pun susah-susah gampang, asal sudah memahami sifat, karakter dari ikan ini bisa mendatangkan rupiah.

Muhammad Farid Firdaus salah satunya. Dia sudah memelihara Pbass sejak 2018 lalu. Pbass punya usia hidup yang lama sampai 5 tahun. Meski berkoloni, ikan predator ini tidak seperti Piranha yang agresif dan menyerang makhluk yang lebih besar. Ikan Pbass menyasar ikan yang lebih kecil untuk disantap.

”Karakternya ini makanan langsung masuk mulut, mereka ini koloni tapi di aquarium bisa dicampur dengan ikan lain selama ukurannya seimbang,” terangnya.

Ikan ini diberi makan daging lele dan ayam yang dipotong kecil-kecil. Selain itu air harus disesuaikan kelembaban dan suhunnya di kisaran 27 derajat. ”Filternya mati, dalam satu jam bisa mati semua,” ujarnya.

Untuk pakan biasanya setengah kilogram per hari. Dia sendiri memiliki 70 ekor ikan Pbass yang dibesarkan di rumah. Jenisnya Pbass mono atau monoculus. ”Selain jenis mono setahu saya ada 9 jenis yang lainnya, Mono ini termasuk murah, yang mahal jenis Pbass Temensis. Bisa Rp 500 ribu satu ekor ukuran 12 cm,” terangnya.

Sedangkan ikan Channa bisa bertahan hidup sampai 7 tahun. Ditemukan di aliran sungai Asia, termasuk di Indonesia. Memiliki metabolisme lambat dan bisa tumbuh sampai 70 centimeter (cm). Namun rata-rata untuk ikan Channa impor ukurannya sekitar 25 cm. Makanannya udang kering dan cacing.

Untuk merangsang corak warna ikan, diberi pakan sesuai warna corak jenis ikan tersebut. Selain itu Channa termasuk ikan yang menguasai wilayah, sehingga tidak boleh dicampur ikan lain. ”Seperti cupang, ada ikan yang sama akan tarung, tapi wadahnya tidak perlu filter,” jelasnya.

Aditya Surya, pehobi lainnya mengatakan, ikan Channa mirip ikan gabus. Harga per ekor khusus impor dari India bisa mencapai Rp 400 ribu. Namun ikan ini juga ada di Sungai Barito, Kalimantan. Tergantung daya tarik warna ikan, dari Rp 50 ribu sampai Rp 300 ribu untuk ukuran yang masih kecil.

”Ada jualnya secara online, di sini belum banyak yang jual,” jelasnya.

Faris memelihara 12 ekor ikan Channa. Perawatannya relatif lebih mudah, karena jarang makan. Takaran makannya dua hari sekali. Airnya biasanya dikuras sebulan sekali. ”Ikan Channa ini memang tidak difokuskan pada ukurannya, tapi nilainya tergantung warna ikannya,” jelasnya. (din/adi) Editor : Damianus Bram
#Ikan Predator #Ikan Peacock Bass #Ikan Predator Cantik #Ikan Channa #Hobi Memilihara Ikan Predator