Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kian Estetis Pakai Wall Decor Tembaga, Trennya Motif Daun dan Bunga

Syahaamah Fikria • Minggu, 25 Juli 2021 | 05:44 WIB
LEBIH MENARIK: Hiasan dinding dari tembaga semakin diminati sejak awal pandemi 2020 lalu. Motif bunga dan daun yang paling ngetren. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
LEBIH MENARIK: Hiasan dinding dari tembaga semakin diminati sejak awal pandemi 2020 lalu. Motif bunga dan daun yang paling ngetren. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
Wall decor tembaga bernuansa tanaman paling diminati saat ini. Dari yang berbentuk bunga teratai, daun kipas hingga janda bolong atau monstera.

DESAIN wall decor berbahan dasar tembaga mengalami perkembangan. Bahkan, pemesan bisa mendesain sendiri wall decor yang diinginkan, sesuai imajinasi. Proses pembuatannya biasa memakan waktu hingga satu bulan.

”Tren wall decor muncul awal pandemi 2020. Tepatnya setelah hari raya Idul Fitri tahun lalu. Biasanya pemesannya dari hotel atau borongan perusahaan desain interior ataupun kontraktor. Sejak pandemi, justru masyarakat umum yang memesan,” terang Sekretaris sekaligus desainer Muda Tama Gallery 2, Kupo, Tumang, Cepogo, Boyolali Aji Prasetyo.

Beberapa wall decor yang sedang naik daun seperti tipe simple tanpa pigura berukuran 1 meter dengan dominasi daun dan bunga. Bisa didesain landscape maupun potrait. Kemudian wall decor pigura dengan ukuran bisa lebih besar sesuai pesanan.

”Awalnya desain simpel dengan dominasi daun teratai. Order pertama itu dari pemesan asal Solo yang tinggal di Jakarta. Dia meminta agar dibuatkan wall decor tembaga dengan desain tumpukan bunga teratai untuk ditaruh di kamar. Katanya seperti milik artis Andre Taulany,” bebernya.

Aji mengaku sempat kebingungan merealisasikan dalam bentuk gambar. Tak lain karena tidak ada contoh gambar yang bisa ditiru. Alhasil dia mendesainkan sesuai keinginan pemesan. Sejak itu, tren daun teratai naik. Ada pula yang meminta dibuatkan bentuk daun janda bolong, red Sumatera, dan lainnya.

Pemkembangan desain wall decor berlangsung cepat. Pemesan mulai menginginkan bentuk daun imajinatif dan menambahkan dekorasi bunga. Sampai saat ini tren daun kipas dan bunga masih menjadi favorit. Pemesan tak lagi berpatok pada warna original tembaga yang merah dan kuningan emas. Permainan warna dengan cat dan pewarna kimia mulai dilakukan.

”Sekarang desain wall decor tak hanya itu saja, ada penambahan jam dinding di bagian tengah. Desain jam dinding ini naik sejak awal 2021 ini,” jelasnya.

Photo
Photo
Wall decor tembaga motif daun kipas jadi tren. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Wall decor memang memberi kesan estetis dan simpel. Peminatnya kebanyakan orang yang ingin mendekor rumah gaya minimalis. Karena pandemi ini orang cenderung ingin mendesain sendiri. Merealisasikan desain yang diinginkan untuk diaplikasikan ke rumah.

Apalagi, selama ini wall decor biasa digunakan untuk hotel. Masyarakat mulai tertarik mengaplikasikannya di rumah minimalis. Kesan homey dan estetis dengan tren tanaman memberikan kesan berbeda pada rumah. Tak ayal, tren ini melesat karena orang-orang dipaksa berdiam diri di rumah.

Harga wall decor ini beragam. Mulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 5,5 juta. Tergantung ukuran dan desain yang dipesan. Bahkan, dia pernah menerima pesanan wall decor di salah satu hotel bintang lima di Solo berukuran 3 meter x 15 meter dengan harga di atas Rp 50 juta.

”Tren ini sudah ada sejak tahun 2000. Tapi pengaplikasiannya masih untuk hotel dan lainnya. Baru pandemi ini dibuat simpel namun, tetap estetis yang cocok untuk dekorasi rumah,” tandasnya. (rgl/adi/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#properti #tren wall decor daun #wall decor tembaga #wall decor #home