Inilah yang sedang dijajal Lindi Oktavia Dewi. Sebagai pehobi semua jenis tanaman, Lindi makin sering belajar segala hal tentang tanaman. Seiring bertambahnya pengetahuan sekaligus akses untuk membeli tanaman dari luar kota, Lindi mulai tertarik dengan tanaman yang diklaim sulit dan jarang dirawat. Yakni olive tree (pohon zaitun) dan eucalyptus.
”Ada dua jenis olive tree yang saya rawat. Black mission, daunnya runcing. Olive tree biasa, daunnya oval. Kesulitan merawat olive tree itu lebih ke media tanam. Kita wajib memperhatikan media tanam. Karena dia tidak bisa dalam kondisi tergenang air. Jadi media tanamnya harus berporos. Ketika disiram, air harus langsung mengalir agar akarnya tidak busuk,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Untuk memulai merawat olive tree, Lindi membagikan beberapa tips agar tanaman sukses tumbuh dengan baik. Saat pembelian olive tree kali pertama, jangan langsung lakukan repotting alias memindah ke pot yang baru. Diamkan saja terlebih dahulu selama satu sampai dua minggu. Agar tanamannya siap.
”Indikatornya adalah tumbuh daun baru. Kalau sudah ada daun baru muncul, pasti akar sudah beradaptasi. Nah, selama polybag dan batang daun masih mencukupi untuk dia hidup di tempat lama. Biarkan saja sampai akarnya sudah settle. Baru bisa dipindah. Jadi jangan buru-buru,” jelasnya.
Perawatan olive tree tergolong mudah dan murah. Lindi memakai beberapa serum tanaman untuk menutrisi akar. Menurutnya, akar adalah bagian paling pokok dari sebuah tanaman. Jika akar sehat, bisa dipastikan batang dan daun juga ikut sehat. Lain cerita kalau terserang.
”Kalau akar sehat pasti akan ada daun baru. Media tanam juga sehat. Nah, setelah diaplikasikan serum, media tanam kemudian saya timpa dengan sekam yang sudah bercampur pupuk kandang. Ini dilakukan agar menyesuaikan dengan tanah yang ada di atasnya. Jadi ketika repotting, dia sudah familiar dengan jenis sekam atau tanah yang diberikan di atasnya,” beber pemilik toko tanaman @helenalindi ini.
Soal biaya perawatan, Lindi hanya merogoh kocek sekitar Rp 100-150 ribu untuk pembelian serum. Penggunaan bisa sampai enam bulan ke depan. Sebab, serum yang berupa cairan dalam aplikasinya hanya cukup dilarutkan dalam air. Sehingga penggunaannya lebih hemat.
”Meskipun kita sudah merawat sebaik mungkin. Tapi tetap kesabaran adalah nomor satu. Sebab, pertumbuhan olive tree tergolong lambat dibandingkan tanaman lain. Pertumbuhan daun dari kecil sampai besar membutuhkan waktu cukup lama. Dan setiap muncul daun, selalu setangkup. Atau dua daun sekaligus,” terangnya.
Dengan perawatan yang ekstra itu, tidak heran olive tree besar berani dipatok harga mahal. Terlebih jika berhasil berbuah. Tantangan itulah yang menjadi alasan Lindi merawat olive tree. Dia bahkan berniat membudidayakan tanaman yang masih asing tersebut.
”Agar pecinta tanaman makin beragam mengenali berbagai jenis tanaman. Di samping itu, saya juga suka bentuk tanaman olive tree. Dia jenis tanaman besar, perindang. Tapi memang pertumbuhannya lama banget. Harus sabar,” tandasnya. (aya/adi) Editor : Damianus Bram