Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tanaman Fittonia, Si Mungil yang Berdaun Eksotis

Damianus Bram • Minggu, 29 Agustus 2021 | 18:00 WIB
LAGI NGETREN: Tanaman Fittonia impor ini bisa ditempatkan di berbagai sudut ruang. Meski mungil dapat menyaring udara kotor. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)
LAGI NGETREN: Tanaman Fittonia impor ini bisa ditempatkan di berbagai sudut ruang. Meski mungil dapat menyaring udara kotor. (SEPTINA FADYA/RADAR SOLO)
TANAMAN ini mungil dan berwarna-warni. Fittonia namanya. Perawatannya mudah, cocok untuk hiasan rumah.

Meskipun kecil, tanaman ini akan lebih cepat tumbuh kalau dipindah ke pot yang lebih besar. Diameter potnya hanya 8 centimeter (cm). Keunikan Fittonia ada pada corak dan warna daun yang beragam. Mulai dari hijau, pink, sampai merah. Fittonia dipercaya bisa menyaring udara kotor. Tak ayal saat ini banyak diburu pehobi tanaman hias.

”Selain warna-warni, bentuknya yang kecil cocok diletakkan di meja kerja,” ujar pehobi fittonia asal Kota Bengawan, Aulia Dian kepada Jawa Pos Radar Solo.

Ada dua jenis fittonia, yakni impor dan lokal. Fittonia yang berwarna-warni adalah jenis impor. Daunnya kecil dan tumbuhnya butuh waktu agak lama. Sedangkan Fittonia lokal, berdaun lebih besar dan sedikit variasi warnanya. Tapi lebih mudah beradaptasi dengan iklim di Indonesia. Sehingga lebih cepat tumbuh dan mudah dirawat.

”Sebenarnya, merawat Fittonia itu gampang. Pokoknya, harus disiram rutin. Setiap hari wajib disiram. Tapi jangan kena sinar matahari langsung. Kalau diletakkan di dalam ruangan atau di meja kerja, tiap dua hari sekali dijemur sebentar saat pagi hari,” beber pemilik toko tanaman ini.

Aulia membocorkan tips merawat Fittonia. Jangan sampai lupa menyiram, karena tanaman bisa kering dan layu. Alhasil, Fittonia bakal langsung mati. Tapi, media tanam harus diusahakan poros. Tidak menyimpan air. Kemudian pot yang digunakan harus banyak berlubang di bagian bawah.

”Biar sirkulasi udaranya lancar. Bisa repotting, kalau daunnya sudah mulai rimbun banyak. Caranya, tinggal diambil saja atau ditumplek ke pot baru. Asal akarnya jangan sampai pecah,” sambungnya.

Media tanam yang digunakan jangan lembab. Aulia menyarankan pakai campuran sekam fermentasi, sedikit cocopeat, ditambah pakis. Atau bagian bawah pot diberi pakis cacah terlebih dahulu. Baru kemudian sekam fermentasi dan cocopeat di atasnya.

”Boleh juga dicampur andam atau daun bambu kering. Saat repotting, media tanam lama yang nempel di akar dibiarkan saja. Terus dipindah ke pot baru yang sudah ditambah media tanam baru. Setelah itu, disiram dengan air campur vitamin B1 liquid agar tanaman tidak stress,” imbuhnya.

Karena daya tarik Fittonia ada di corak daunnya, maka harus diperhatikan serangan hama pada daun. Meskipun biasanya jarang terserang karena daunnya berukuran kecil. Tapi bisa saja daun terkena kutu putih. Solusinya, daun bisa disemprot pakai pestisida organik seperti minyak nimba yang aman untuk daun.

”Wajib yang organik, karena tanaman ini kan daya tariknya di daun. Sementara beberapa pestisida kimia itu ada yang malah merusak daun. Misalnya tidak ada minyak nimba, bisa di-spray bagian daunnya pakai botol spray, terus dijemur biasanya kutu putihnya bisa hilang. Atau disemprot pakai air biasa ditetesi sabun cuci piring, semprot di bagian batang,” terangnya.

Nah, untuk perbanyakan Fittonia, Aulia mengklaim tanaman ini sangat mudah berkembang biak. Cukup potek batangnya, tancapkan di media tanaman lumut, letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Seminggu kemudian Fittonia sudah berakar dan jadi tanaman baru.

”Tapi kalau Fittonia impor, lebih sulit karena harus adaptasi dulu sama iklimnya. Jadi lebih lama buat diperbanyak,” tandasnya. (aya/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Tanaman Fittonia #Aulia Dian Pehobi Fittonia #Pehobi Fittonia #Merawat Tanaman Fittonia