Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

"Hangatnya" Rumah Gaya Skandinavia: Bikin Betah WFH

Syahaamah Fikria • Minggu, 5 September 2021 | 05:49 WIB
NYAMAN: Scandinavian interior mengutamakan kelancaran sirkulasi udara. (WIDWIPA & AROWIGA KARERA FOR RADAR SOLO)
NYAMAN: Scandinavian interior mengutamakan kelancaran sirkulasi udara. (WIDWIPA & AROWIGA KARERA FOR RADAR SOLO)
KONSEP Scandinavian interior cocok untuk menunjang work from home (WFH). Ciri-cirinya bukaan jendelanya yang besar memanfaatkan pencahayaan alami. Apalagi konsepnya?

Di tengah pandemi, banyak pekerjaan yang harus dikerjakan di rumah alias work from home (WFH). Tak sedikit yang memilih mendekor ulang rumahnya agar nyaman selama WFH. Nah, salah satu desain interior yang cocok adalah Scandinavian. Berasal dari negara semenanjung utara Eropa seperti Swedia, Irlandia, Denmark dan sekitarnya (Nordik).

Rumah bergaya Skandinavian memiliki ciri banyak bukaan. Desain itu berguna untuk memaksimalkan cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah. Sehingga penghuni rumah mendapatkan kehangatan yang lebih di tengah cuaca dingin. Di negara asalnya, rumah gaya Skandinavian ini menggunakan material yang mudah didapatkan dari sekitarnya, misalnya kayu.

”Kayu itu akhirnya dijadikan lantai ataupun furniture. Gaya itu yang populer dan ngetren sampai sekarang,” kata Arowiga Karera, junior arsitek di salah satu konsultan.

Gaya yang diadopsi dari Suku Nordik ini juga bisa menimbulkan kesan kebahagiaan dan kehangatan dengan bahan kayu. Menurut pria yang akrab disapa Aro itu, gaya Skandinavian juga cocok diterapkan di Indonesia. Banyaknya bukaan di rumah bakal membikin rumah lebih terang dan nyaman. Di tengah pembatasan yang dilakukan, banyak orang menginginkan rumahnya nyaman. Apalagi jika harus berlama-lama untuk WFH.

Selain itu, gaya Skandinavian memiliki ciri furniture minimalis. Penataan ruangan pun dibikin multifungsi, seefektif mungkin. Misalnya, ruang makan juga bisa menjadi area kerja. Ruang keluarga pun bisa sekaligus menjadi ruang tamu. Furniture pun ditempatkan di area multifungsi. Juga bisa menggunakan tempat tidur lipat.

”Warna catnya bisa putih atau abu-abu. Kayu bisa digunakan di parket atau kusennya. Warna-warna natural ini di-mix and match mudah banget, kalau dasarnya sudah seperti itu, beli furniture dengan warna yang sama kan banyak,” jelas Aro.

Rumah dengan luas lahan kurang dari 100 meter persegi juga cocok dibikin gaya Skandinavian. Apalagi di media sosial kini berseliweran tema home decor untuk rumah mungil dengan furniture, yang mudah didapatkan dari toko-toko yang menjual furniture ala Skandinavian. Cat warna putih juga bakal memunculkan kesan luas di tiap ruangan.

”Bisa bikin betah saat WFH. Saat sudah terlalu sering di rumah, orang-orang tertarik mendekor. Untuk gaya ini (Skandinavian) furniturenya gampang didapet. Muncul kesan family, hangat,” kata dia. (al/adi/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#furniture kayu #gaya scandinavian #wfh #rumah #desain arsitektur #home