Banyak make up brand lokal yang hasilnya justru lebih bagus ketimbang make up impor. Intinya, tergantung cara kita mengaplikasikan make up dengan benar. Itulah prinsip yang diyakini Fatimah Zahro, content creator asal Kabupaten Sukoharjo.
”Selama bikin konten, aku selalu pakai make up brand lokal. Karena banyak banget brand lokal yang harganya miring tapi pigmentasinya bagus banget. Jadi, make up murah belum jelek hasilnya,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Sebagai beauty content creator, Fatimah sering kali menjajal berbagai macam brand make up. Mulai dari yang impor sampai lokal. Tak jarang Fatimah merasa takjub lantaran beberapa make up impor justru kualitasnya kalah dibandingkan make up brand lokal.
”Nah, makanya aku lebih sering pakai make up brand lokal. Selain lebih murah, ada juga make up brand lokal yang memang bagus banget kalau dipakai. Tapi kalau mencari aplikator make up, aku masih sering pakai produk impor sih,” sambungnya.
Saking seringnya membeli berbagai jenis make up, Fatimah pun memanfaatkan media sosialnya untuk me-review produk-produk yang dia pakai. Terlebih jika produknya bagus, dia tidak akan pelit membagi informasi soal kandungan produk, cara penggunaan bahkan toko di mana dia membelinya.
Fatimah mengaku hobi mengeksplorasi gaya make up dan menjadikannya sebuah konten. Belum lama ini, tepatnya saat perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun, Fatimah membuat video transisi make up bernuansa merah putih. Dalam video itu, Fatimah memperlihatkan prosesnya berdandan dari awal sampai akhir. Dia bahkan menggambar bendera merah putih di pipi sebelah kanannya. Dan menuliskan angka 76 di pipi sebelah kirinya.
”Bagiku make up dengan sentuhan seni memberikan kesan tersendiri, memberikan energi positif. Kadang aku terinspirasi dengan beauty vlogger, kadang justru terinspirasi dengan gaya lukisan sendiri,” jelasnya.
Berkat ketekunannya belajar make up, Fatimah berhasil mendapat respons yang positif dari orang lain. Terutama teman-temannya. Sejak duduk di bangku SMP, Fatimah memang sudah tertarik belajar dandan. Sampai sekarang, dia selalu merasa tertantang untuk terus mencoba gaya make up baru.
”Make up itu unik. Aku bisa merasa cute kalau sedang pakai make up. Meskipun menurutku, kecantikan wanita tidak bisa diukur dari bagusnya make up. Karena pada dasarnya semua wanita memiliki inner beauty,” terangnya.
Makeup artist (MuA) Fatasya Az Zahra Agustina, 20 juga mengakui kualitas produk lokal yang digunakan MUA tidak kalah dengan produk impor. Produk lokal sekarang sudah banyak yang bagus. Tetapi, memang beberapa masih unggul di produk high ends karena dari harga sudah beda jauh dibanding harga produk lokal. Memperbanyak melihat review dari beauty blogger/vlogger meruapakan cara yang paling mudah dalam memilih produk yang murah namun berkualitas.
Menurutnya, jenis kulit yang bermacam-macam seperti, dry, normal, oily, acne prone bisa menggunakan produk hydrate atau dewy untuk hasil akhir yang maksimal. Biasanya untuk undertone warm cocok dengan warna yang netral. Sedangkan, undertone cool cocok untuk warna yang sedikit pinkish. Selain pemilihan produk yang sesuai dengan jenis kulit, teknik make up juga mempengaruhi hasil akhir.
”Blending foundation lalu baking dengan loose powder lanjut dengan bedak padat, dan jangan lupa setting spray di akhir,” bebernya. (mg6/aya/adi/dam) Editor : Damianus Bram