Guppy atau dikenal dengan beragam sebutan lain seperti ikan seribu, ikan cere, cetol, dan sebagainya sejatinya merupakan spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia.
“Jenis dan macam guppy ada banyak. Di tempat saya saja ada sekitar 50 jenis berbeda. Karena itu, ikan dipisah untuk memastikan karakteristik tiap varian. Ketika dicampur, tidak lagi unik. Keindahannya sebagai ikan hias pudar. Tak ada bedanya dengan ikan cetol di sungai-sungai itu,” urai Ricky Setiawan, owner Fine Guppy di Kelurahan Gentan, Sukoharjo.
Dari segi warna, yang paling diminati adalah kelas corak dan kelas solid. Corak adalah motif yang muncul di tubuh ikan, sedangkan solid adalah warna dominan di seluruh bagian tubuhnya.
“Untuk warna, tahun ini yang paling laris kuning dan merah. Seperti albino full red dan albino metal snake skin yellow lace ini yang paling saya suka,” terangnya.
Selain keindahan warna dan corak sisik, bentuk ekor juga menjadi daya pikat penggemarnya. Yang paling digandrungi belangan ini antara lain crown tail, sword tail, dan spear tail.
Memelihara guppy tidak begitu banyak membutuhkan perawatan. Hanya Sebagian jenis memerlukan perawatan ekstra. “Perawatan sih cukup menyiapkan akuarium ukuran sedang. Mengganti airnya juga tidak perlu terlalu sering, seminggu sekali cukup. Ada baiknya jika dilengkai aerator (alat pembuat gelembung udara) biar kadar oksigen di air makin tinggi. Yang sedikit memerlukan perhatian lebih adalah jenis albino. Jadi untuk pemula yang baru mau belajar, cari yang tidak albino dulu,” pesannya.
Albino, lanjut Ricky, cenderung lebih ringkih dibandingkan ikan normal. Manja dan gampang sakit. Dari semua keseruan itu, yang paling menantang bagi pecinta guppy adalah berkreasi. Para peternak biasanya senang mengkawinkan silang berbagai jenis guppy untuk menghasilkan corak atau warna baru.
“Di Indonesia yang ramai warna merah putih atau dikenal Indonesian Flag,” ungkap Ricky. Soal harga, guppy yang paling murah Rp 100 ribu-an, sedangkan untuk keturunan pemenang kontes bisa mencapai Rp 8 jutaan. (ves/wa/dam)
Tips Merawat Guppy
- Pilih akuarium sesuai banyaknya Guppy yang hendak dipelihara.
- Kualitas air harus baik. Usahakan 68-72 Ph. Bisa diakali dengan memberikan daun ketapang guna menetralkan Ph.
- Pastikan kualitas pakan baik dan bervariasi. Kombinasikan antara pelet, cacing darah, dan artemia.
- Hindari terlalu memberikan pakan karena bisa membuat ikan sakit alias dropsy.
- Perhatikan suhu air. Cuaca ekstrem bisa membuat guppy mudah terserang penyakit (white spot).
- Pisahkan jenis guppy sesuai warna, corak, atau bentuk ekor untuk mempertahankan kualitas.
- Bagi pemula, bisa memelihara guppy mata hitam yang berusia 2,5-3 bulan karena lebih mudah perawatannya.
SUMBER: WAWANCARA Editor : Damianus Bram