Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Guppy Kaya Warna dan Jenis: Dicampur, Keindahan Bisa Luntur

Damianus Bram • Senin, 6 September 2021 | 02:33 WIB
IMUT: Guppy memiliki warna sisik cerah dan beragam, ditambah keunikan pola ekor menjadi daya pikat. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
IMUT: Guppy memiliki warna sisik cerah dan beragam, ditambah keunikan pola ekor menjadi daya pikat. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Jenis ikan ini relatif mudah beradaptasi dan pemeliharaanya sederhana. Bentuknya yang imut, serta kaya warna, juga menjadi alasan ikan guppy digemari.

Guppy atau dikenal dengan beragam sebutan lain seperti ikan seribu, ikan cere, cetol, dan sebagainya sejatinya merupakan spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia.

“Jenis dan macam guppy ada banyak. Di tempat saya saja ada sekitar 50 jenis berbeda. Karena itu, ikan dipisah untuk memastikan karakteristik tiap varian. Ketika dicampur, tidak lagi unik. Keindahannya sebagai ikan hias pudar. Tak ada bedanya dengan ikan cetol di sungai-sungai itu,” urai Ricky Setiawan, owner Fine Guppy di Kelurahan Gentan, Sukoharjo.

Dari segi warna, yang paling diminati adalah kelas corak dan kelas solid. Corak adalah motif yang muncul di tubuh ikan, sedangkan solid adalah warna dominan di seluruh bagian tubuhnya.

“Untuk warna, tahun ini yang paling laris kuning dan merah. Seperti albino full red dan albino metal snake skin yellow lace ini yang paling saya suka,” terangnya.

Selain keindahan warna dan corak sisik, bentuk ekor juga menjadi daya pikat penggemarnya. Yang paling digandrungi belangan ini antara lain crown tail, sword tail, dan spear tail.

Memelihara guppy tidak begitu banyak membutuhkan perawatan. Hanya Sebagian jenis memerlukan perawatan ekstra. “Perawatan sih cukup menyiapkan akuarium ukuran sedang. Mengganti airnya juga tidak perlu terlalu sering, seminggu sekali cukup. Ada baiknya jika dilengkai aerator (alat pembuat gelembung udara) biar kadar oksigen di air makin tinggi. Yang sedikit memerlukan perhatian lebih adalah jenis albino. Jadi untuk pemula yang baru mau belajar, cari yang tidak albino dulu,” pesannya.

Albino, lanjut Ricky, cenderung lebih ringkih dibandingkan ikan normal. Manja dan gampang sakit. Dari semua keseruan itu, yang paling menantang bagi pecinta guppy adalah berkreasi. Para peternak biasanya senang mengkawinkan silang berbagai jenis guppy untuk menghasilkan corak atau warna baru.

“Di Indonesia yang ramai warna merah putih atau dikenal Indonesian Flag,” ungkap Ricky. Soal harga, guppy yang paling murah Rp 100 ribu-an, sedangkan untuk keturunan pemenang kontes bisa mencapai Rp 8 jutaan. (ves/wa/dam)

 

Tips Merawat Guppy

SUMBER: WAWANCARA Editor : Damianus Bram
#Merawat Ikan Guppy #ikan guppy #Bisnis Ikan Guppy #Ikan Guppy Kaya Warna