Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Trifena Lidia: Resign dari Bank, Pilih Babat Alas Jadi Nail Artist

Syahaamah Fikria • Sabtu, 2 Oktober 2021 | 19:46 WIB
Trifena Lidia sukses menjadi nail artist dan membuka beauty studio.
Trifena Lidia sukses menjadi nail artist dan membuka beauty studio.
SOLO - Berkarir menjadi seorang karyawan bank selama tiga tahun, tidak membuat Trifena Lidia berpuas diri. Profesi ini membuatnya merasa terkurung dalam sangkar emas.

Akhirnya, dia memberanikan diri melepaskan jabatannya sebagai teller. Lidia pun memilih fokus mengembangkan hobinya, yakni nail artist menjadi ladang bisnis.

"Waktu itu, saya merasa tidak berkembang dan stuck. Kemudian saya memutuskan untuk resign. Orang tua saya tidak setuju. Karena mungkin bagi sebagian orang, bekerja di bank itu bergengsi," ungkap Lidia kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dengan modal seadanya dan tanpa restu orang tua, Lidia nekat membuka bisnis nail art and one stop beauty studio. Dia terpaksa merelakan semua tabungannya dan menjual motor satu-satunya untuk mengambil kelas kursus nail art selama tujuh hari di Bali. Sekaligus untuk modal awal bisnisnya. Kala itu, tren nail art belum setenar sekarang, hanya ada di Bali, Jakarta, dan Surabaya.

"Berat sekali saat memulai bisnis ini karena orang tua tidak mendukung. Mereka menganggap bisnis nail art tidak punya prospek yang bagus. Masih membanding-bandingkan dengan profesi sebelumnya, sebagai karyawan bank. Tapi saya tidak menyerah membuktikan ke orang tua saya. Bahwa pilihan saya tepat," kenang perempuan kelahiran Solo, 22 Juni 1991 ini.

Selama setahun Lidia babat alas mengembangkan bisnis ini. Dia bahkan turun sendiri melayani customer. Mulai dari mengerjakan nail art sampai membersihkan kaki customer. Membuka studio tanpa jam operasional yang paten. Sejak pagi-pagi buta sampai larut malam ia masih melayani customer agar studionya dikenal banyak orang.

"Sampai suatu hari, ada salah satu selebgram Solo yang sangat terkenal waktu itu, tiba-tiba datang ke studio saya. Sejak saat itu, orderan studio saya mendadak meledak pesat. Banyak orang kenal sama studio saya. Puji Tuhan," sambungnya.

Mengapa Lidia memilih mengembangkan bisnis beauty studio ini dibanding pekerjaan yang sudah nyaman sebelumnya? Dia mengatakan, sudah menjadi cita-citanya bekerja sekaligus menyalurkan passion dan hobi.

Sejak duduk di bangku SMA, Lidia punya salon nail art langganan. Setiap bulan, dia selalu menyempatkan mampir ke salon untuk treatment nail art.

"Selain itu, bisnis nail art di Solo waktu itu masih jarang. Belum banyak salon nail art yang menggunakan kutek gel. Makanya, saya melihat peluang bisnis itu," ungkap dia.

Beauty studio milik Lidia berlokasi di dekat Pasar Legi. Melayani berbagai treatment kecantikan seperti nail art, menicure pedicure, eyelash, waxing, dan hair treatment. Lidia dibantu oleh sembilan pegawai, tidak lagi melayani customer sendirian.

"Sekarang Puji Tuhan, saya bisa beli apa-apa dan menjadi tulang punggung keluarga," pungkasnya. (aya/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#kisah inspiratif #Trifena Lidia #wirausaha #Nail Artist #Nail Art #beauty studio