Ichsan Kholif, salah seorang penggemar merapati pos putih asal Kartasura, Sukoharjo berbagi tips memelihara burung lucu itu.
“Yang utama adalah menyediakan kandang yang nyaman. Tidak perlu besar. Idealnya, kandang jantan dan betina harus dipisah. Begitu juga kandang indukan. Intinya sesuaikan dengan kebutuhan. Punya saya ukuran 2x3x2 meter cukup untuk 30-an merpati,” bebernya.
Bagaimana cara melatih merpati pos putih agar bisa pulang ke kandang? Ichsan menyebut perlu dikenalkan dengan lingkungan sekitar sejak masih anakan. Kemudian melatih terbang dengan jarak bertahap.
“Saya kenalkan lingkungan dengan cara menjemurnya di genting. Dibiasakan masuk kandang secara mandiri. Umur dua bulan mulai dibiasakan terbang di daerah sekitar. Selanjutnya tinggal dilatih terbang sesuai keinginan,” urai dia.
Untuk pakan, merpati pos putih cukup diberi butiran jagung, beras merah, gabah, dan pur halus maupun kasar untuk anakan. Pastikan vaksin Nd (tetelo) terpenuhi. Beri pula vitamin lain sebagai menunjang performa dan keindahan bulu.
“Selain vaksin tetelo, saya kasih minyak ikan dan vitamin B agar makin sehat dan bulunya selalu bagus. Perlu juga iberi tetes kutu sebagai pelengkapnya,” terang Ichsan.
Ketika berencana mengembangbiakkannya, merpati pos putih siap kawin di usia delapan bulan. Indukan betina akan menghasilkan dua butir telur. Proses pengeraman telur dilakukan bergantian dengan si jantan.
Telur menetas sekitar 20 hari masa pengeraman. “Setelah menetas, anakan akan di loloh induknya. Memelihara burung bisa mengurangi stres dan menambah pemasukan,” jelasnya. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram