Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Trauma Center, Atasi Pasien Kecelakaan: Minimalkan Risiko Lebih Parah

Damianus Bram • Minggu, 17 Oktober 2021 | 22:00 WIB
UTAMAKAN KESELAMATAN: Penanganan pasien kecelakaan yang mengalami trauma di RSUD Pandan Arang Boyolali. (ISTIMEWA)
UTAMAKAN KESELAMATAN: Penanganan pasien kecelakaan yang mengalami trauma di RSUD Pandan Arang Boyolali. (ISTIMEWA)
RADARSOLO.ID - Kecelakaan kerja dan lalu lintas bisa berakibat fatal. Jika terlambat penanganan tak hanya nyawa yang melayang. Namun, juga berpotensi terjadi kerusakan fungsi tubuh. Nah, keberadaan trauma center sebagai pusat layanan khusus kecelakaan sangat penting.

dr Haryo Wicaksono Sp OT dari RSUD Pandan Arang Boyolali mengatakan, tim trauma center mampu melakukan penanganan dengan cepat. Pasien kecelakaan yang mengalami trauma bisa dioperasi kurang dari tiga jam. Ketika pasien merupakan orang dewasa dan sadar, proses persetujuan operasi bisa dilakukan mandiri. Namun, ketika mendesak dan kondisi pasien tak sadar, tim trauma akan berfokus pada penyelamatan pasien.

"Kami (tim trauma center RSUD Pandang Arang) pernah menangani pasien kecelakaan dengan trauma dada dan belum diketahui walinya. Maka kami tangani dulu (operasi, Red). Karena kalau tidak ditangani pasien bisa meninggal. Baru setelahnya kita bahas dengan keluarga," katanya.

Photo
Photo
dr Haryo Wicaksono Sp OT dari RSUD Pandan Arang Boyolali

Kecepatan penanganan ini bisa membantu pasien mengurasi rasa nyeri dari trauma tubuh yang dialami. Karena operasi bisa langsung dilakukan. Tak hanya itu, tim ini akan memulihkan kembali fungsi tubuh. Atau memimalisasi risiko kerusakan fungsi tubuh. Termasuk pada bagian syaraf. Otomatis penyembuhan lebih cepat dan waktu rawat inap pasien berkurang.

"Dengan begitu, tingkat keselamatan pasien juga lebih baik. Meski itu juga multidisiplin, karena pasien biasanya mengalami multi trauma. Misal cidera tulang dan cidera kepala. Ketika mengalami trauma seperti ini, ketika tidak tertangani bisa menimbulkan kecacatan hingga kematian," jelasnya.

Selain bisa mengembalikan anatomi tulang yang cidera, juga harus mengembalikan fungsi tubuh semula. Namun, hal itu juga perlu kesungguhan pasien untuk sembuh. Pendampingan pada penyembuhan pasien dengan menggandeng dokter terkait.

Sedangkan menurut penelitian, pasien yang kehilangan fungsi tubuh akibat kecelakaan masih rendah. Yakni, 1 dibanding 10 sampai 1 dibanding 20 kasus. Hal itu karena telat penanganan maupun mengalami trauma parah.

"Saat ini di RSUD Pandan Arang belum ada dokter syaraf untuk menangani cidera kepala. Maka harus dirujuk. Ke depan tim ini akan dilengkapi. Sedangkan trauma lain sudah bisa ditangani. Sedangkan dari segi biaya, tidak perlu khawatir. Karena biasanya kecelakaan lalulintas dan pabrik dikaver," pungkasnya.(rgl/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Trauma Center Minimalkan Risiko Lebih Parah #dr Haryo Wicaksono Sp OT #RSUD Pandan Arang Boyolali #Trauma Center Atasi Pasien Kecelakaan #Trauma Center