Di musim pancaroba terjadi perubahan suhu udara, kelembaban, juga curah hujan yang memaksa daya tubuh untuk beradaptasi. Ketika tubuh gagal beradaptasi, bisa muncul penyakit. Ada enam penyakit musiman yang harus diwaspadai, yakni yang biasa terjadi disaluran napas. Seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, demam, demam berdarah (DBD) dan diare.
"Penyakit tersebut muncul tidak hanya dari faktor internal tubuh, tapi juga dipengaruhi lingkungan. Seperti higenitas sanitasi kurang bisa membuat diare. Juga genangan-genangan air hujan bisa memunculkan jentik nyamuk penyebab DBD," ungkap Ratri S Lina, dokter umum di Boyolali ini.
Tak jarang tubuh mengalami demam atau gembreges. Kondisi ini menandakan imun tubuh sedang melawan kuman. Namun, ketika paparan kuman tinggi dan imun tubuh gagal melawan maka menjadi sakit. Gembreges menandakan ada serangan kuman dari luar tubuh.
"Semua penyakit bisa dikendalikan jika hidup sehat. Membuang genangan air, menjaga higenitas dan melakukan upaya pencegahan. Seperti menggunakan masker dan menghindari mengonsumsi gula, glutten, makanan mengandung pemanis dan pengawet," katanya.
Lalau bagaimana cara mencegahnya? Lina menjelaskan, kuncinya menjaga nutrisi tubuh. Pilih makanan dengan asupan gizi seimbang dan makanan penambah imun. Di musim peralihan ini lebih baik mengonsumsi buah yang memberikan rasa hangat. Seperti durian, nangka dan mangga. Buah-buahan ini banyak mengandung vitamin C yang mampu menaikan suhu tubuh.
Tak lupa mengonsumsi empon-empon seperti jahe, kunyit, kunir, temulawak dan lainnya. Apalagi jika dipadukan dengan daun meniran. Juga makanan yang mengandung komponen protein, karbohidrat dan lemak. Serta kurangi konsumsi gula karena kalau berlebihan justru mengurangi kekebalan tubuh.
"Kemudian, menjaga daya tahan tubuh dengan latihan atau olahraga. Karena segala sesuatu yang tidak dilatih pasti jadi tumpul. Maka daya tahan juga berkurang. Untuk menjaga kebugaran lakukan olahraga rutin. Takarannya minimal berolahraga selama 150 menit perminggu. Atau 30 menit perhari. Harus dilakukan secara rutin sesuai kemampuan tubuh," jelasnya.
Ketika tubuh imun gagal mempertahankan diri, jangan langsung gagap meminum obat. Lina menyarankan jadikan makanan sebagai obat. Bukan obat sebagai makanan. Begitu muncul gejala demam, konsumsi makanan yang menghangatkan tubuh. Baik buah,sayur, maupun empon-empon.
Cobalah untuk beristirahat yang cukup, yakni minimal 6 jam selama sehari. Karena tidur menjadi bagian dari menjaga kesehatan tubuh. Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gula berlebih dan kandungan glutten. Karena kandungan tersebut bisa menurunkan imun tubuh.
"Kalau di Indonesia, ketika merasa gembreges akan dikerok. Ternyata dari hasil penelitian, itu salah satu cara menghangatkan tubuh. Bahkan cara ini juga mulai diadopsi di negara lain. Selain itu ketika demam, bisa diturunkan dengan dikompres," jelasnya. (rgl/bun/dam) Editor : Damianus Bram