Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berkah Konsisten Merawat Cucak Ijo: Dari Bahan, Kini Langganan Juara

Damianus Bram • Minggu, 7 November 2021 | 22:00 WIB
TAK BOSAN: Cucak Ijo koleksi Arinto Julianta, warga Cemani, Grogol, Sukoharjo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
TAK BOSAN: Cucak Ijo koleksi Arinto Julianta, warga Cemani, Grogol, Sukoharjo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Cucak ijo merupakan salah satu burung cerdas. Dapat menirukan suara burung lainnya. Tapi tentu saja, itu semua tidak instan. Butuh perawatan dan latihan secara konsisten oleh sang majikan.

Salah seorang pecinta Cucak Ijo, Arinto Julianta, 35, memiliki cara khusus agar burung koleksinya memiliki kualitas jempolan dan mampu mendominasi kontes kicau di Solo dan sekitarnya.

Terbukti, Cucak Ijo yang diberi nama Ampera dan Amfibi milik Arinto sudah berkali-kali juara dalam beberapa tahun terakhir. "Cucak ijo ini harus banyak mendengar suara burung lainnya agar bisa ditirukan. Istilahnya masteran. Makin banyak variasinya, ya makin baik," terang warga Kampung Cemani Baru RT 03 RW 14, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jumat (5/11).

Cara melatih Cucak Ijo yakni dengan menyandingkan burung masteran dengan burung yang didominasi bulu berwarna hijau tersebut. Proses ini harus dilakukan rutin, karena karakter masing-masing Cucak Ijo berbeda. Ada yang cepat menirukan suara burung masteran, ada pula yang butuh waktu lebih lama. Untuk burung masteran, lanjut Arinto, bisa menggunakan kinoi, kacer, cendet, dan sebagainya. Tergantung selera pemilik.

Membentuk mental juara pada Cucak Ijo koleksinya, Rinto biasa memandikan burung dengan cara menyemprotkan air pada pagi hari sebelum proses jemur.
Ini dilakukan setiap hari sampai burung lulut (akrab dengan si pemilik). "Nanti kalau sudah lulut, memandikannya cukup sediakan bejana isi air. Biar burungnya mandi sendiri waktu dijemur," terang dia.

Perhatikan pula kualitas dan variasi pakan. Antara lain ulat hongkong agar tubuh cucak ijo tetap hangat di cuaca dingin. Jangkrik untuk menstabilkan birahinya, lengkapi dengan voer kering. Untuk variasinya, beri buah pepaya agar pencernaan lancer, dan pisang untuk membuat kenyang. “Saya memberi pakan ini (buah) pagi dan sore hari," papar Arinto.

Tidak kalah penting posisi kandang atau ruangan untuk menyimpan cucak ijo. Pastikan memiliki pencahayaan cukup. Seperti pada habitat aslinya yang sering bersarang di puncak-puncak pohon rimbun. Cucak Ijo yang dipelihara juga senang dalam keadaan terang.

“Cucak Ijo ini burung yang nggak bisa gelap. Kalau sampai gelap lalu secara tidak sengaja kandangnya tersenggol, burung bisa nglabak. Kalau sudah seperti itu rawan stres, tidak mau berkicau, dan yang terparah bisa nggak mau makan lalu mati lemas," bebernya.

Dengan perawatan konsisten itu, Arinto sukses mencetak Cucak Ijo yang dibeli dari bahan, bisa menjadi andalan memenangi kontes kicau. "Saya punya dua jawara. Yang satu namanya Ampera, sudah memenangi seribuan lebih trofi juara. Yang satu lainnya saya beri nama Amfibi, kalau yang ini baru seratusan menang lomba," ucapnya.

Setelah langganan juara, harga Cucak Ijo bisa melambung. Dari awal beli Rp 1,5 juta, sekarang Ampera sudah ditawar Rp 25 juta kalau Amfibinya Rp 10 juta. “Cuma belum saya lepas karena sayang," pungkasnya. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Cucak Ijo Dari Bahan Kini Langganan Juara #Cucak Ijo Langganan Juara #Berkah Konsisten Merawat Cucak Ijo #Cara melatih Cucak Ijo