Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mathias Muchus: Semoga Tak Hanya Tontonan, tapi Juga Tuntutan

Damianus Bram • Senin, 15 November 2021 | 07:01 WIB
KISAH KELUARGA: Pemeran film Losmen Bu Broto, Mathias Muchus dan Maudy Koesnaedi di gala premier The Park Solo Baru tadi malam. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
KISAH KELUARGA: Pemeran film Losmen Bu Broto, Mathias Muchus dan Maudy Koesnaedi di gala premier The Park Solo Baru tadi malam. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Digarap pada masa pandemi, film Losmen Bu Broto akhirnya kelar. Film bertema keluarga ini terinspirasi dari serial legendaris Losmen­ yang moncer di era 1980 dan tayang rutin di TVRI.

Nah, aktor kawakan Tanah Air Mathias Muchus bersama pemain di film itu kemarin berkesempatan berkunjung ke Jawa Pos Radar Solo dalam rangkaian road show promosi film ini ke Jogja dan Solo. Film ini akan tayang serentak di layar lebar pada 18 November.

"Kami mempromosikan film ini di tiga kota, Jakarta, Jogja, dan Solo. Jogja karena sebagai lokasi pembuatan film. Nah, Solo dipilih jadi kota tour promo karena kami melihat Jogja dan Solo itu mirip budaya dan bahasanya. Jadi penonton di Solo juga akan merasa terkoneksi dengan film ini," ungkap Muchus kepada Jawa Pos Radar Solo.

Meskipun diangkat dari serial Losmen, Muchus membocorkan cerita dalam film ini berbeda dengan cerita pada serial tersebut. Cerita dikemas menjadi konflik masa kini yang dekat dengan penonton. Diangkat dari kisah kehidupan sehari-hari.

"Ketika menonton film ini, penonton pasti akan merasa dekat. Karena mungkin pernah dalam posisi konflik tersebut. Jadi saya sarankan untuk bawa tisu saat menonton. Karena pasti akan terhanyut dengan suasana," ujarnya.

Dalam film ini, Muchus berperan sebagai Pak Broto. Muchus bukan orang baru dalam film ini. Pada serial Losmen, Muchus muda berperan sebagai Tarjo, anak laki-laki Pak Broto. Kala itu, Muchus memainkan karakter Tarjo yang flamboyan dan selalu tebar pesona ke tamu-tamu perempuan di losmen.  Sekarang, di film ini, Muchus berubah karakter menjadi Pak Broto, sosok ayah yang bijak.

"Sekarang karena usia sudah tidak muda lagi, saya tidak mungkin jadi Tarjo. Saya sadar diri. Maka ketika tawaran menjadi Pak Broto itu datang, saya menerima dengan lapang dada. Karena memang usia tidak bisa bohong. Otomatis karakter Pak Broto masuk dan sesuai dengan karakter saya," ujarnya.

Photo
Photo
ROAD SHOW: Mathias Muchus bersama Erick Estrada dan jajaran Jawa Pos Radar Solo, kemarin (14/11). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

Kali ini, Tarjo diperankan oleh Baskara Mahendra. Menurutnya, sosok Baskara sesuai seperti karakter Muchus muda saat memerankan Tarjo dulu. Apakah Muchus kesulitan memerankan karakter Pak Broto karena sebelumnya menjadi Tarjo? Muchus menjawab, tidak sama sekali.

"Karena kalau saya kembali jadi Tarjo malah susah. Seiring bertambah usia, makin dewasa, makin matang memang saya lebih cocok jadi Pak Broto. Kemudian saya bersanding dengan Maudy Koesnaedi sebagai Bu Broto, dia tokoh sentral di sini. Dan Maudy berhasil membawa peran Bu Broto itu. Cantiknya dapat aktingnya juga tidak perlu diragukan lagi," ujarnya.

Kemudian anak-anak Pak Broto yang diperankan Maudy Ayunda, lanjut Muchus, adalah aktris bertalenta juga. Maudy sering main di beberapa film besar. Di film ini, Maudy juga sukses memerankan Jeng Sri dengan karakter yang kuat. Ada juga Putri Marino. Muchus baru kali pertama bertemu Putri saat di lokasi syuting. Namun ketika ia melihat akting Putri, pembawaan perannya menjadi Mbak Pur sangat luar biasa.

"Lewat film ini, kami ingin memberikan insight ke penonton. Bahwa permasalahan keluarga bisa diselesaikan di dalam rumah. Didiskusikan bersama keluarga. Apapun masalahnya, bagaimana pun proses penyelesaiannya, haru birunya, semua masalah bisa diatasi bersama keluarga di rumah. Semoga film ini tidak hanya menjadi tontonan tapi juga tuntunan edukasi masyarakat," imbuhnya.

Proses penggarapan film ini memakan waktu kurang lebih sebulan. Mulai Desember 2020 sampai Januari 2021. Proses produksi film di masa pandemi Covid-19 justru membuat para pemain dan kru film lebih fokus. Sebab, mereka hanya berkumpul di satu tempat, tidak kemana-mana, diisolasi tidak bertemu siapa pun.

"Jadi benar-benar kami bisa fokus menyelesaikan film ini. Memang kami harus benar-benar melakukan kebiasaan baru di masa pandemi ini. Tujuannya agar bisa beradaptasi berkarya meski dalam keterbatasan pandemi ini," bebernya.

Film garapan sutradara Ifa Isfansyah dan Eddie Cahyono ini juga melibatkan aktor muda asal Kota Bengawan, Erick Estrada. Berperan sebagai Pak Atmo, orang kepercayaan Bu Broto. Sebagai putra daerah, Erick sangat bangga bisa terlibat dalam film yang diangkat dari serial legendaris ini. Meskipun sudah berkontribusi di 28 film sebelumnya, film Losmen Bu Broto jadi pencapaian tertingginya berkarir sebagai aktor.

"Karena di film ini saya belajar langsung dunia akting dengan aktor besar, Mas Mathias Muchus. Saya tidak menyangka seorang Mathias Muchus mau membimbing dan menggandeng saya mendalami peran. Pencapaian saya lainnya adalah bisa diundang Radar Solo untuk berbagi pengalaman. Saya sangat bangga," ujarnya. (aya/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#film Losmen Bu Broto #Baskara Mahendra #Serial Legendaris Losmen #Maudy Koesnaedi #maudy ayunda #Mathias Muchus #Losmen yang Moncer di era 1980 di TVRI