Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Netherland Dwart dan Holland Lop, Kelinci Mini dari Belanda

Damianus Bram • Minggu, 19 Desember 2021 | 19:00 WIB
BIKIN GEMAS: Metta Kaliyana bercengkerama dengan kelinci mini asal Negeri Kincir Angin koleksinya. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BIKIN GEMAS: Metta Kaliyana bercengkerama dengan kelinci mini asal Negeri Kincir Angin koleksinya. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kelinci hias merupakan salah satu hewan peliharaan yang cukup populer di kalangan pecinta mamalia. Salah satunya memiliki bentuk fisik mini, yaitu netherland dwart dan holland lop.

“Kelinci hias ini ada banyak jenisnya. Kalau saya memang fokusnya ke netherland dwart dan holland lop,” ujar Metta Kaliyana, owner Happy Hop Small Animal Petshop, Jumat (17/12).

Harga kelinci mini juga beragam. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tertarik memeliharanya? Simak tips dari Metta. “Banyak orang menganggap kelinci itu hewan yang susah dipelihara karena mudah mati. Itu sebetulnya karena salah perawatan. Kuncinya harus tahu dulu cara penanganan dan perawatan, karena secara teori, kelinci ini bisa berusia sampai 10 tahun, mungkin lebih,” urainya.

Perlu diingat, kelinci mungil ini tidak tahan dengan cuaca panas ekstrem maupun cuaca dingin yang sangat berangin. Suhu terlalu panas bisa membuat kelinci terkena heatstroke, dan ketika terlalu dingin dapat terserang flu.

“Sebaiknya dipelihara di dalam ruangan. Bisa pakai konsep kandang atau dibuat free room. Kuncinya suhu di sekitar si kelinci terjaga. Selain itu, jangan dilepas di taman terbuka,” ungkap Meta.

Untuk pakan, sebaiknya menggunakan pakam impor dari negara asalnya, yakni rumput kering dalam kemasan yang dikenal dengan sebutan hay.

Hay ini bisa dipadu dengan pelet khusus kelinci untuk memenuhi nutrisi lainnya. Menginjak usia empat bulan, pakannya boleh divariasi dengan sayuran. Tapi ingat, jangan terlalu banyak memberikan sayuran basah karena bisa mengganggu pencernaan.

“Pakan utamanya ya hay itu. Kalau sembarangan kasih pakan, bisa mengganggu pencernaan. Bahkan kalau parah bisa sampai menyebabkan kematian. Nah untuk pakan sayuran, hindari memberikan kangkung, kol, dan jagung karena bisa membuat kembung,” urainya.

Para pemula juga wajib tahu bahwa kelinci tidak perlu mandi basah (mandi dengan air). Cukup perawatan rutin, seperti menyisir bulu, membersihkan bagian tubuh dengan lap, dan memotong kuku.

Mandi basah boleh dilakukan ketika kelinci kesayangan benar-benar dalam keadaan kotor. Seperti usai bermain lumpur atau tanah.

“Untuk perawatan tambahannya, per tiga bulan sekali saya suntik anticacing. Ini bisa meminimalkan penyakit scabies (penyakit kulit). Kalau kena flu atau kembung, sudah banyak obatnya. Bisa dipadu dengan sesekali menjemur di luar ruangan saat pagi dengan durasi singkat,” tutur Meta.

Tidak kalah pentingnya memperhatikan usia si kelinci saat dibeli. Hindari mengadopsi kelinci mini di bawah usia 30 hari karena masih bergantung pada susu induknya. Itu membuat rawan mati karena salah penanganan.

“Baiknya usia adopsi itu 2,5 bulan atau lebih agar mudah beradaptasi di lingkungan baru,” saran Metta. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Kelinci Hias #Harga Kelinci Mini dari Belanda #Cara Merawat Kelinci Mini dari Belanda #Holland Lop #Kelinci Mini dari Belanda #Netherland Dwart