Pemilik Fabel Pet Gallery Yohana Fransiska mengatakan, axolotl cukup diminati pecinta satwa. Meskipun tidak seramai jenis hewan lainnya.
“Trennya (memelihara axolotl) sebetulnya sudah cukup lama. Hanya memang tidak booming seperti pas maraknya ikan cupang maupun chana. Hanya saja, belakangan makin banyak yang senang dengan amfibi jenis ini,” bebernya, Jumat (31/12).
Axolotl sudah bayak dikembangbiakkan di Indonesia dengan berbagai jenis. Di Fabel Pet Gallery ada beberapa macam morph, seperti normal wild type, albino, leucistik, dan sebagainya.
Adapun jenis axolotl yang popular yakni golden albino, melanoid, copper, piebald, blue, dan tiger. “Harganya bervariasi. Hanya saja tidak semurah golongan ikan hias yang umum ada di pasaran. Untuk wild type ukuran 5 sentimeter sekitar Rp 135 ribu, yang albino bisa Rp 160 ribu, leucistik sampai Rp 250 ribu. Itu harga untuk ukuran paling kecil,” ungkap dia.
Memelihara si salamander asal Negeri Sombrero di dalam sebuah akuarium lebih disarankan karena bisa memberikan kenyamanan. Meskipun di dalam kontainer plastik pun sudah cukup.
“Yang paling penting kualitas airnya harus baik. Jika tidak, si axolotl bisa kurang sehat. Itu ditandai perubahan warna kulit dan bagian insang,” kata Yohana.
Selain kualitas air, suhu air juga harus diperhatikan, yakni sekitar 20 derajat celcius sesuai habitat asli axolotl itu di perairan pegunungan.
Ketika menginginkan lebih dari satu ekor axolotl dalam satu wadah, disarankan memilih ukuran axolotl yang sama. Karena ketika berbeda ukuran, bisa saling memangsa.
Soal pakan, axolotl merupakan hewan pemakan daging dan senang dengan cacing sutra, caing tanah, dan ikan kecil. Sebagai alternatif, boleh diberikan cacing beku. “Sebetulnya ada pelet khusus axolotl, tapi harganya memang mahal,” ucapnya.
Perpaduan eksotisme axolotl dan akuarium yang cantik dapat memperindah ruangan. Terutama ruang tamu. The Smiling Salamander bakal menarik perhatian siapa saja yang berkunjung. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram