Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ikan Koki, si Gembul yang Digandrungi: Gaya Megal-megol Bikin Gemas

Damianus Bram • Senin, 17 Januari 2022 | 01:22 WIB
GINUK-GINUK: Beragam jenis ikan koki yang dibudidayakan Sumaryanto di Sawahan Kidul RT 03 RW 02, Sawahan, Ngemplak, Boyolali. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
GINUK-GINUK: Beragam jenis ikan koki yang dibudidayakan Sumaryanto di Sawahan Kidul RT 03 RW 02, Sawahan, Ngemplak, Boyolali. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Pecinta ikan hias tentu sudah tak asing dengan ikan koki. Bentuk tubuhnya yang gembul dan gaya berenang megal-megol, menjadikan ikan ini punya kekhasan.

Kelebihan lainya, ikan kaya varian ini bisa dinikmati dengan berbagai cara, baik dipelihara di akuarium maupun kolam, sama-sama menggemaskan.

Sumaryanto, salah seorang peternak ikan koki menuturkan, sekitar lima bulan terakhir, permintaan ikan koki melesat. "Jadi saya maksimalkan dulu di koki selain koi,” katanya, Sabtu (14/1).

Di tempat budi daya koki milik Sumaryanto Sawahan Kidul RT 03 RW 02, Sawahan, Ngemplak, Boyolali terdapat ratusan ribu bibit ikan koki. Antara lain ryukin, mutiara, dan oranda.

Meskipun banyak jenis ikan koki di pasaran, Sumaryanto memilih fokus pada tiga jenis di atas dengan beragam alasan. Mulai dari harga yang terjangkau dan banyak dicari, hingga cara perawatan simpel.

“Yang paling kenceng (penjualannya) ryukin sama oranda. Harganya di bawah rata rata, perawatannya juga mudah," terang pemilik Raffa Koi itu.

Apa yang membedakan jenis ryukin, mutiara, dan oranda? Sumaryanto menjelaskan, ryukin terkenal dengan benjolan di badannya menyerupai punuk unta, sedangkan oranda memiliki jambul di atas kepalanya seperti ayam jago, dan mutiara memiliki kelebihan badan berbentuk bulat seperti bola pingpong.

Photo
Photo
Ragam Ikan Koki yang mudah pemeliharaannya. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Tiga jenis ikan koki tersebut paling mudah dirawat karena dari sirip dan ekornya utuh, sedangkan ranchu tidak memiliki sirip atas sehingga butuh perawatan ekstra. “Jenis ranchu biasanya untuk kontes, makanya harganya relatif mahal," terangnya.

Penasaran bagaimana cara memelihara ikan koki yang baik dan benar? Simak tips dari Sumaryanto. Yang pertama adalah utamakan mencari ikan dari daerah tempat tinggal kamu karena akan lebih mudah dirawat dan memiliki kualitas hidup lebih baik.

"Misalnya kalau rumahnya di Jawa Tengah, ya cari dari Jawa Tengah karena kualitas air relatif sama, sehingga ikan lebih mudah adaptasi," jelas dia.

Berikutnya adalah pemilihan tempat pemeliharaan. Ikan koki tetap indah baik dipelihara di akuarium maupun kolam. Untuk akuarium minimal berukuran 80x40x40 sentimeter dengan isi 5-6 ekor ikan koki ukuran jumbo, sedangkan di kolam tidak ada saran minimum jumlah ikan. Sebab semakin luas ukuran kolam bertambah baik untuk ikan.

"Ikan koki itu yang penting luasannya (tempat memelihara). Air tidak perlu tinggi, yang penting areanya luas untuk berenang. Sistem filternya juga bagus," ucapnya.

Sumaryanto menyarankan agar tidak menyampur ikan koki jenis kaca mata (bubble eye) dengan koki lainnya. "Jangan dicampur karena dikhawatirkan matanya bisa rusak disedot koki lain,” terang dia.

Lebih lanjut ditambahkan Sumaryanto, ikan koki yang gemuk lebih sedap dipandang mata. Sebab itu, asupan protein dalam pakan harus tinggi. Karena itu, dia memilih pakai PF 1000, PF 500, dan lainnya.

Ragam pelet yang biasa dipakai untuk pakan lele itu dirasa cocok memaksimalkan pertumbuhan ikan koki agar cepat gendut dan tidak pudar warnanya. "Sebetulnya ada pakan khusus tapi harganya mahal. Kalau yang ramah di kantong ya pakan lele ini," ucapnya.

Fokus penting lainnya adalah kualitas air. Pria yang sudah lama menggeluti budi daya ikan hias ini menyarankan maksimal penggantian air akuarium atau kolam maksimal enam bulan sekali dengan komposisi 50 persen penggantian air baru.

Jika hal itu tak dilakukan, ikan koki dapat terpapar beragam penyakit dan berujung kematian. "Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai. Di antaranya kutu jarum karena air terlalu keruh dan jarang dibersihkan. Jenis kutu ini seperti benalu membuat ikan mati dalam jangka waktu lama. Selain kutu jarum, ada kutu kura. Bentuknya seperti kecoa berwarna bening dan berukuran kecil, cepat menular dan bisa menyebabkan kematian. Tapi semuanya bisa diobati," pungkasnya. (mg3/ves/wa) Editor : Damianus Bram
#Ikan Koko Ryukin #Ikan Koki #Budi Daya Ikan Koki #Ikan Koki Oranda