Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jangan Remehkan Saraf Kejepit, Terlambat Penanganan Bisa Berakibat Lumpuh

Damianus Bram • Senin, 17 Januari 2022 | 01:31 WIB
SEGERA TANGANI: Terapi saraf kejepit dengan infaret atau terapi lainnya. Bila terlambat penanganan bisa berakibat fatal. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SEGERA TANGANI: Terapi saraf kejepit dengan infaret atau terapi lainnya. Bila terlambat penanganan bisa berakibat fatal. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Pernah mendengar penyakit saraf kejepit? Di dunia medis, saraf kejepit disebut juga hernia nukleus pulposus (HNP) atau herniated disc. Saraf kejepit terjadi ketika bantalan lembut dari jaringan di antara tulang-tulang pada tulang belakang, terdorong keluar. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri, mati rasa atau kelemahan pada anggota tubuh yang terkena.

Praktisi terapi saraf kejepit Ali menjelaskan, saraf kejepit biasanya disebabkan karena penggunaan anggota tubuh tertentu yang berlebihan untuk mengangkat beban dengan posisi salah. Selain itu bisa juga  karena faktor penuaan. Terkadang, mengangkat barang tanpa menekuk lutut terlebih dahulu atau memutar tubuh saat mengangkat benda berat bisa menyebabkan saraf kejepit.

"Tulang belakang itu kan ada bantalannya. Saat mengangkat beban berat misalnya, dengan posisi yang salah, kadang tulangnya sudah kembali seperti semula, namun bantalannya belum. Nah, bantalannya ini kemudian terjepit tulang," kata Ali ditemui di tempat praktiknya di Gayam, Sukoharjo.

Saraf kejepit sering kali dianggap sebagai nyeri sendi biasa. Namun, ada beberapa gejala yang menunjukkan seseorang sedang mengalami saraf kejepit. Di antaranya, mati rasa atau berkurangnya sensasi di area yang dilalui oleh saraf, munculnya rasa nyeri yang tajam atau seperti terbakar, kesemutan, otot terasa lemah, kaki dan tangan sering kali sulit digerakkan.

"Kalau tidak segera ditangani, kaki bisa besar sebelah, atau panjang sebelah. Tulang mengalami pengapuran," bebernya.

Saraf kejepit merupakan penyakit yang sangat mengganggu karena bisa menyebabkan rasa nyeri yang hebat hingga melemahkan pengidapnya. Untuk menangani saraf kejepit, hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengurangi aktivitas pada bagian tubuh yang terdampak. Penderita sebaiknya menghentikan aktivitas yang diduga sebagai penyebab dan bisa memperburuk tekanan pada saraf.

"Bisa disembuhkan dengan operasi, pengobatan dan terapi," kata Ali.

Saraf kejepit bisa dilakukan operasi, seperti yang dilakukan sutradara kenamaan Hanung Bramantyo. Namun, menurut Ali, operasi bukan tanpa risiko, meskipun banyak yang behasil juga. Kemudian, bisa dilakukan pengobatan juga, namun obat hanya untuk penghilang rasa nyeri.

"Risikonya bisa lumpuh total. Tapi yang berhasil juga banyak, bisa tidak lagi merasakan sakit. Kalau obat, biasanya menggunakan obat nyeri, kalau kambuh minum obat lagi," kata Ali.

Kemudian, bisa juga penyembuhan melalui terapi. Terapi bisa dilakukan dengan elektrostimulator dan infrared. Lalu, terapi dengan teknik chiropraksi. Akupuntur, bekam dan fisioterapi juga bisa digunakan sebagai upaya penyembuhan.  "Chiropraksi itu terapi kalau orang jawa bilang dikretek-kretek," tambahnya. (kwl/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Hernia Nukleus Pulposus #saraf kejepit #Bahaya Saraf Kejepit #Cara Mengatasi Saraf Kejepit