Tingkat kecerdasan tersebut menjadikan harga burung falk relatif mahal. Untuk anakan varian normal (wild type) dengan warna kuning kombinasi corak hitam dan abu-abu, serta warna mata hitam, dibanderol sekitar Rp 500 ribu-an per ekor.
Untuk yang paling unik, yakni jenis aksanti, bisa mencapai Rp 3,5 juta – Rp 4 juta per papasang. “Harganya berbeda lagi kalau burungnya sudah pintar. Untuk wild type yang sudah pintar bisa Rp 1,5 juta per ekor,” ujar owner Fabel Pet Gallery Yohana Fransiska, sabtu (5/2).
Cukup lama Yohana menangkarkan burung dari Aussie ini. Selain kecerdasannya, burung falk memiliki warna bulu indah. “Ini sedang proses menangkarkan varian lutino, albino dan aksanti,” katanya.
Latihan seperti apa yang bisa diterapkan kepada burung falk? Yohana menyebut mulai dari fly to Me (terbang menghampiri si pemilik), free fly (terbang bebas di suatu area), naik sepeda, memilih atau mengambil barang, hingga menirukan suara manusia.
Cara terbaik melatih falk adalah rutin meng-handle sejak masih kecil. Kegiatan meloloh disebut menambah kedekatan burung dengan pemiliknya.
Bagi kalian yang tertarik memelihara falk dapat menyiapkan kandang dengan material besi atau logam. Semakin besar ukuran kandang, disebut Yohana kian bagus untuk tumbuh kembang falk.
“Hindari kandang dari kayu atau bambu tipis karena karakter burung falk ini senang menggigit. Kalau bisa ditempatkan di lokasi yang kena sinar matahari namun tetap aman dari hujan,” tuturnya.
Soal pakan, si paruh bengkok asal Aussie ini biasa memakan biji-bijian. Di Indonesia, falk diberi pakan berupa milet merah dan biji kenari. Untuk vitamin tambahan dapat menggunakan tulang sotong.
Jenis penyakit yang perlu diwaspadai adalah sejenis flu yang gejalanya dipicu perubahan cuaca ekstrem. “Yang utama jaga kebersihan kandang dan kebersihan si hewan. Rutin bersihkan kandang dan memandikan. Dengan begitu dapat mencegah munculnya penyakit,” katanya Yohana. (mg3/ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram