Salah satu kolektor lidah mertua mini, Iwan, 40, mengatakan, lidah mertua mini harus diletakkan di tempat teduh. Hal itu membuat perawatannya cenderung lebih sulit dari pada lidah mertua biasa.
”Untuk perawatan jenis ini cenderung lebih sulit dari ukuran biasa karena ini kecil. Kalau kena panas secara langsung bisa gosong, jadi harus diletakkan di tempat teduh,” ujar Iwan, kemarin (17/3)
Namun untuk proses penyiraman, lidah mertua mini hanya perlu disiram 1 Minggu sekali.
”Ya karena di tempat teduh, jadi tidak perlu terlalu sering disiram. Paling tidak seminggu sekali pas medianya kering, dan tiga hari sekali dikeluarkan agar terkena matahari untuk fotosintesis daun,” jelasnya.
Jika ingin tanaman lebih bagus, Iwan menyarankan untuk memberikan pupuk. Seperti NPK maupun pupuk khusus daun. Selain menjadi tanaman hias, lidah mertua mini memiliki manfaat yang tidak terduga, salah satunya adalah penangkal radiasi dan penyerapan debu-debu halus. Sedangkan untuk media tanam, lanjutnya, sama seperti tanaman yang lain.
”Untuk media sama seperti lidah mertua yang lain. Tapi kalau bisa ditambah pasir Malang,” tambahnya.
Untuk harganya, Iwan mematok harga Rp 30.000. Iwan memiliki kios di Pasar Nongko, Mangkubumen, Banjarsari, Solo. (mg2/mg3/adi) Editor : Damianus Bram