Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Pacman Frog, Katak Jumbo yang Mirip Gamabunta di Serial Anime Naruto

Damianus Bram • Minggu, 20 Maret 2022 | 20:30 WIB
KANIBAL: Pacman frog, katak asal Amerika Selatan yang dikoleksi Tegar Awan Sabrang Cakrawala.
KANIBAL: Pacman frog, katak asal Amerika Selatan yang dikoleksi Tegar Awan Sabrang Cakrawala.
RADARSOLO.ID - Siapa yang tak kenal dengan Gamabunta? Karakter raja katak dari Gunung Myoboku yang populer di serial anime Naruto itu ternyata juga ada di dunia nyata.

Katak jumbo dengan motif dan warna yang beragam ini dikenal dengan istilah pacman frog. Tampilannya benar-benar mirip dengan Gamabunta.

"Kalau nama, sebetulnya komunitas reptil masih bertahan dengan nama lama, yaitu pacman frog karena mirip karakter game Pacman yang populer di tahun 80-90 itu. Tapi kalau orang umum lebih akrab dengan karakter Gamabunta," terang Tegar Awan Sabrang Cakrawala, kolektor pacman frog.

Katak yang memiliki nama latin ceratophs ornate itu merupakan hewan amfibi. Sebab itu, harus dipelihara di wadah yang lembab atau memiliki kandungan air cukup untuk membasahi tubuh si katak dari Amerika Selatan ini.

“Yang paling menarik dari katak jenis ini adalah warnanya beragam. Ada hijau, kuning, oranye, pink, bahkan albino,” jelasnya.

Secara umum, pacman frog tak butuh banyak perawatan, asalkan si pemilik bisa memastikan wadah penyimpanan selalu lembab. Pacman frog tak butuh tempat luas. Disimpan di kontainer berukuran 15 sentimeter pun bisa.

Jika ingin suasana berbeda, kalian bisa memelihara si kodok dengan konsep paludarium dan sejenisnya, sehingga lebih sedap dipandang mata. “Kalau mau irit, ya cuma diberi air saja. Untuk display bisa diberi pasir atau moss aquascape yang dibasahi air. Hiasannya bisa memakai tanaman hias," ujar repilles Solo tersebut.

Yang perlu diperhatikan dalam memelihara si kodok dengan sebutan cranwell frog adalah sifat kanibalisme-nya. Maka itu, sangat tidak disarankan menyatukan katak ini.

"Pemeliharaannya harus soliter, kalau digabung pasti yang kecil dimakan. Kodok ini bisa memakan semua mahluk hidup yang ukurannya 1:1 dengan ukuran tubuhnya," ungkap Tegar.

Pertumbuhan pacman frog cukup cepat. Dengan perawatan yang baik, pemeliharaan satu tahun, ukuran tubuhnya bisa sebesar mangkok mi ayam. Di ukuran itu, katak yang memiliki tanduk kecil dibagian kepala itu sudah siap bereproduksi di usia 2 tahun.

"Kalau pakannya teratur, pertumbuhannya tergolong cepat. Punya saya usia enam bulan sudab sebesar mangkok," terang dia.

Tertarik memelihara pacman frog? Tegar membagikan tipsnya. Saat masih berbentuk kecebong, pakan terbaiknya adalah cacing sutra. Kemudian saat sudah menjadi katak sempurna, bisa diberikan mencit (anak tikus).

Ketika sudah dewasa, tikus putih menjadi asupan terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan. Atau kalau mau ngirit bisa menggunakan fillet ayam.

“Ayam seperempat kilogram Rp 17 ribu. Satu ekor tikus Rp 5 ribu. Lebih irit pakai fillet ayam,” ujar dia.

Satu katak anakan dengan varian normal dibanderol Rp 250 ribu-Rp 350 ribu. Untuk ukuran dewasa Rp 1 juta per ekor. "Yang biasa itu warna hijau. Varian yang paling jarang seperti mutasi warna, ya bisa sampai jutaan rupiah. Kalau mutasi kan baru bisa kelihatan waktu dewasa, makanya cukup mahal,” pungkasnya. (ves/wa) Editor : Damianus Bram
#Katak Kanibal #Ceratophs Ornate #serial anime Naruto #Gamabunta #Katak Gamabunta Ada di Dunia Nyata #Pacman Frog #Cranwell Frog