Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Golden Pheasant si Cantik dari Negeri Tirai Bambu

Damianus Bram • Minggu, 24 April 2022 | 20:00 WIB
MENCOLOK: Golden pheasant koleksi Abdul Rahman warga Solo. Unggas jenis ini mulai banyak penggemarnya. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
MENCOLOK: Golden pheasant koleksi Abdul Rahman warga Solo. Unggas jenis ini mulai banyak penggemarnya. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SOLO - Sejumlah unggas memiliki warna dan komposisi yang mencolok. Salah satunya golden pheasant atau yang dikenal ayam china. Harga per pasang bisa puluhan juta rupiah.

Unggas dengan nama latin Chrysolopus Pictus menjadi pheasant yang paling cantik dibandingkan lainnya. “Ada banyak jenis pheasant. Tapi memang golden pheasant paling disenangi warnanya,” ujar Abdul Rahman, pecinta golden pheasant asal Solo.

Keindahan golden pheasant terletak pada warna emas pada bagian kepala yang menyambung hingga bagian punggung.

"Warna bulunya tegas. Tapi ada yang sedikit buram. Makanya yang bagus itu bagian atas kepala harus berwarna emas. Bagian kepala belakang ada semacam jubah armor layaknya topi atau helem yang melindungi kepala belakang, sedangkan lehernya berwarna jingga dengan sedikit corak hitam seperti loreng harimau," beber Abdul.

Semakin kontras warna bulunya, imbuh Abdul, makin baik kualitasnya, dan tentu saja berpengaruh terhadap harga.

Secara umum, populasi ayam hutan asal Negeri Tirai Bambu di habitatnya cukup terjaga. Meskipun kerap dijadikan buah tangan sebagai bentuk perhatian atau hormat. Dapat pula dianggap sebagai lambang kesuksesan seseorang.

Di Indonesia, pecinta golden pheasant mulai bermunculan beberapa tahun terakhir. Banyak yang menangkarkan. "Peternak lokal sudah ada walau belum terlalu banyak. Di Solo, mungkin ada lima orang yang berhasil menangkarkan," teran Abdul.

Untuk memelihara golden pheasant perlu diperhatikan kandang idealnya. Minimal ukuran 2x2 meter. Semakin besar ukuran kandang, dapat menjaga bulu ekor yang panjang tidak rusak.

Alas kandang yang baik adalah pasir halus dan berfungsi memudahkan membersihkan kotoran sekaligus sebagai media si golden mandi kering. Lengkapi kandang dengan tangkringan untuk tidur ayam.

"Golden pheasant ini kan habitatnya di hutan bambu. Jadi tidurnya di atas pohon. Tangkringan yang lebih alami bisa diberi ketapang kencana," terangnya.

Untuk pakan, Abdul biasa memberikan perpaduan konsentrat 94, jagung pecah, dan beras merah. Tambahannya bisa diberikan potongan sawi, tauge, dan buah pepaya. Dapat pula diselingi jangkrik dan ulat hongkong yang kaya protein.

"Vitamin jarang saya berikan karena sudah dapat dari asupan pakan hariannya. Golden pheasant ini lebih tahan penyakit atau perubahan cuaca dibanding jenis ayam lainnya. kata dia.

Berikutnya adalah persiapan anggaran. Sepasang indukan dewasa golden pheasant dibanderol Rp 10 juta, yang usia siapan atau enam sampai tujuh bulan dihargai Rp 6-7 juta.

Namun bagi yang ingin memelihara satu ekor saja, disarankan membeli jenis kelamin jantan. “Yang keluar warnanya cuma yang jantan. Harganya juga lebih nurah. Usia remaja sekitar Rp 3,5 juta per ekor. Betina Rp 4 juta per ekor. Betina lebih mahal karena untuk ditangkar,” terangnya.

Golden pheasant ini hanya bertelur satu kali dalam setahun dengan jumlah telur tidak lebih dari 30 butir. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Pecinta Golden Pheasant #Pemilik Golden Pheasant #Cara Merawat Golden Pheasant #Golden Pheasant #Harga Golden Pheasant