Saat tubuh dikerok, sirkulasi pada jaringan lunak di area tubuh yang mengalami kerokan terangsang, sehingga aliran darah pada bagian tersebut menjadi lancar. Tidak hanya itu, kerokan dipercaya membantu mengobati peradangan dan memperbaiki metabolisme yang sering memicu munculnya masalah kesehatan tertentu.
“Jadi sebenarnya banyak pro dan kontra dalam kerokan ini. Tetapi kalau untuk aman, dilakukan dengan sewajarnya dan dengan baik. Contohnya kerokan dengan benda yang tumpul atau memang alat khusus kerokan, disertai dengan pemakaian lotion agar kulitnya tidak luka. Memang beberapa penyakit bisa disembuhkan melalui kegiatan tradisional tersebut. Dan, jika dilakukan secara benar itu bisa ada manfaatnya,” tutur dr Daniel Bramantyo dalam akun YouTube Gue Sehat.
Untuk titik ideal kerokan yang mampu mengatasi masuk angin ini yaitu daerah punggung. Karena daerah ini merupakan pusat saraf-saraf terpadu dan banyak pembuluh darah yang menyebar ke seluruh tubuh.
“Jadi ibaratnya ketika kita mengerok di bagian punggung, itu akan membuat pembuluh darah akan melebar. Otomatis dia akan melebarkan sudut pembuluh darah yang menyebar ke dalam seluruh tubuh. Istilahnya kita mengerok di satu titik dan efeknya akan kemana-mana,” tambahnya.
Untuk bagian yang harus dihindari dalam proses pengerokan yaitu area leher. Sebab, di leher banyak saraf dan pembuluh darah. Risikonya jika terjadi gangguan saraf di area ini, akan menyebabkan komplikasi seperti stroke. Selain itu, di bagian leher juga terdapat pembuluh darah yang langsung menuju otak. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi pendarahan.
Satu lagi, bagi Anda yang mengidap atau memiliki riwayat gangguan pembekuan darah atau mengonsumsi obat pengencer darah, sebaiknya hindari kerokan. Kerokan tidak baik dilakukan secara berlebihan karena berisiko menimbulkan luka pada kulit. (mg7/ria) Editor : Syahaamah Fikria