Menanggapi somasi itu, konsumen yang bersangkutan akhirnya meminta maaf atas cuitannya di Twitter yang dianggap mencemarkan nama baik dan mencela produk tersebut.
Terlepas dari kasus itu, masyarakat memang harus menyadari dampak baik dan buruknya dari minuman manis. Terlebih saat ini, banyak brand dan gerai yang menawarkan berbagai jenis minuman, yang rata-rata memiliki cita rasa manis.
Meningkatnya konsumsi minuman pemanis mampu menyebabkan diabetes dan kelebihan berat badan. Kementerian Kesehatan dalam laman resminya menyebutkan, konsumsi gula untuk setiap individu yang ideal per hari adalah empat sendok makan. Yakni setara 50 gram atau 10 persen dari total energi.
Menangantisipasi asupan gula berlebih, saat memasak, Anda bisa mengganti gula dengan bahan rempat-rempah, seperti, jahe, kayu manis, dan pala.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan dr Elvieda Sariwati pada pertengahan Agustus (27/8) lalu dalam diskusi publik daring menjelaskan, konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan dapat mengakibatkan penyakit stroke dan kardiovaskuler. (antara/mg4/ria) Editor : Syahaamah Fikria