Meski banyak yang menyukai, namun telur setengah matang rentan terkontaminasi bakteri Salmonella yang dapat menimbulkan keracunan dan gangguan kesehatan lainnya.
Seseorang yang terinfeksi bakteri Salmonella akibat mengonsumsi telur setengah matang dapat mengalami gejala berupa mual, muntah, demam, menggigil, sakit kepala, kram perut, hingga buang air berdarah. Bisa berlangsung empat hingga tujuh hari, bahkan mencapai 10 hari jika disertai dengan diare.
Rentan terjadi bagi ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah. Bahkan infeksi Salmonella yang tidak segera ditangani akan menyebabkan tifus hingga kematian.
Lantas, bagaimana mengolah telur agar aman dikonsumsi?
Dilansir dari Alodokter, berikut cara menyiasati infeksi bakteri Salmonella dari konsumsi telur:
- Segera konsumsi makanan yang mengandung telur atau simpanlah di lemari pendingin. Hindari menyimpan telur atau makanan yang mengandung telur dalam suhu ruangan selama lebih dari 2 jam.
- Goreng telur secara merata pada kedua sisi atau rebus telur setidaknya selama 7 menit dalam air mendidih.
- Pastikan tidak menyimpan telur lebih dari 28 hari.
- Tempatkan telur terpisah dari makanan lain di dalam lemari pendingin.
- Hindari membeli dan mengolah telur yang kulitnya sudah retak.
- Hindari menyimpan telur yang telah direbus di lemari pendingin lebih dari 3 hari.
- Cuci tangan sebelum dan setelah mengolah telur untuk menghindari penyebaran bakteri.
- Bersihkan peralatan untuk memasak telur dengan air hangat.
- Jagalah kebersihan permukaan dapur dengan menyemprotkan cairan antibakteri atau air panas setelah mengolah telur.
- Pastikan memilih telur yang berlabel terpasteurisasi jika ingin menikmati telur setengah matang. (mg4/ria)
Editor : Syahaamah Fikria