Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Belajar Teknik Penyilangan Anggrek: Pilih Indukan Bagus, Hasilkan Varietas Baru

Damianus Bram • Minggu, 23 Juli 2023 | 18:52 WIB
SUKSES PENYILANGAN: Antok menunjukkan anggrek hasil persilangan Dendrobium Eri Cahyadi dengan Dendrobium Adrianti Purwanto.
SUKSES PENYILANGAN: Antok menunjukkan anggrek hasil persilangan Dendrobium Eri Cahyadi dengan Dendrobium Adrianti Purwanto.

RADARSOLO.COM - Anggrek hibrida bisa menjadi opsi untuk menambah koleksi tanaman. Dengan metode penyilangan, pehobi dapat membuat varian baru. Tentunya harus memakai indukan yang berkualitas.

Anggrek menjadi salah satu jenis tanaman hias yang paling populer di dunia dan trennya tidak pernah turun. Pesona bunganya yang eksotis dengan berbagai varian warna dan bentuk menarik perhatian siapa pun. Namun, jika bosan dengan varietas yang telah umum beredar di pasaran, ada alternatif lain bagi pehobi. Yaitu, menciptakan varian hibrida baru dengan menggunakan teknik penyilangan anggrek.

Seorang pehobi tanaman asal Surabaya, Antok Purwanto telah terbiasa menyilangkan dan membudidayakan anggrek. Menurut dia, metode tersebut dapat digunakan pada semua jenis anggrek dengan tujuan mendapatkan varietas yang lebih baik dari pada indukan. Mulai mudah berbunga, adaptif dataran rendah, pertumbuhan cepat, lebih tahan penyakit, hingga varian bunga baru yang cantik.

”Misalnya, ingin anggrek dataran tinggi supaya bisa adaptif dan dirawat di dataran rendah,” ucapnya seperti dilansir dari Jawa Pos, beberapa waktu lalu.

Dia memerinci, teknik penyilangan tidak harus melihat usia indukan. Tapi, dapat dilakukan saat indukan sudah mengalami blooming atau berbunga. Sebelum memulai, pehobi juga harus menyeleksi indukan yang paling baik. Indikatornya, antara lain, kecepatan pertumbuhan, kesehatan tanaman, hingga banyak dan rutinnya berbunga.

”Tidak bisa sembarangan memilih indukan agar hasilnya bagus,” ungkap dia.

Tahap pertama adalah menyiapkan dua tanaman anggrek berbunga yang hendak disilangkan. Lalu, ambil polen atau serbuk sari yang berada di salah satu bunga dengan menggunakan tusuk gigi. Pengambilan tersebut harus ekstrahati-hati dan jangan sampai terjatuh dan hilang. Kemudian, letakkan polen pada putik bunga di anggrek lainnya dan tunggu tiga sampai tujuh hari hingga tampak perubahan. Jika bunga berhasil disilang, pangkal bunga menjadi lebih tebal yang merupakan awal bentuk buah.

”Jangan lupa dikasih label nama dan tanggal supaya tidak lupa asal usulnya,” jelasnya.

Bunga yang berhasil disilangkan tersebut mengalami proses kematangan buah sekitar tiga sampai enam bulan bahkan lebih, bergantung jenis anggreknya. Setelah itu, proses penyemaian dapat berlangsung di wadah tertutup steril dan bisa menghasilkan ribuan tanaman bibit. Penyemaian itu berlangsung di botol kaca dengan empat kali trans botol. Tiap tahapan trans botol sekitar empat bulan. Nanti tumbuh daun baru dan diletakkan di soft pot kecil dengan pemupukan dan penyiraman secara umum.

”Pupuk yang digunakan selang-seling antara pupuk pertumbuhan dan pembuahan,” papar dia.

Dengan begitu, Antok sangat menyarankan setidaknya ada dua koleksi anggrek hibrida. Yang tentunya menyesuaikan dengan karakter maupun keinginan sang pemilik. Sebab, teknik persilangan bisa mendapatkan sifat-sifat terbaik dari kedua anggrek. Baik berupa warna, bentuk, ukuran, rutinnya berbunga, maupun jumlah bunga yang diinginkan. (dho/JPG/adi)

Editor : Damianus Bram
#Teknik Penyilangan Anggrek #Plant Lover #Penyilangan Anggrek #anggrek