RADARSOLO.COM – Solo Batik Fashion (SBF) XV siap digelar di Koridor Jalan Gatot Subroto (Gatsu), 14 Oktober mendatang. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, event fashion street ini mengusung tema Plus Size 'Urban Style'. Dengan menggaet para laki-laki dan wanita curvy size untuk menjadi model.
"Solo Batik Fashion adalah upaya pemkot untuk mendorong ekonomi kreatif terutama fashion batik. Tahun ini, kami mengangkat tema istimewa yakni Plus Size 'Urban Style' sebagai pembeda dengan gelaran event lainnya," papar Director Program SBF 2023 Heru Mataya, saat pra-event coaching clinic di Solo Grand Mall, Rabu (20/9).
SBF bisa jadi gebrakan fashion street plus size pertama di Kota Solo. Konsep ini dipilih karena melihat pasar fashion ukuran big size yang cukup besar. Diharapkan event ini mampu mendongkrak industri kreatif agar semakin giat berinovasi.
"Kenapa bertempat di Koridor Gatsu? Kami ingin menampilkan event spesial di tempat yang istimewa. Karena koridor Gatsu adalah ikon baru di Kota Solo," lanjut pria yang juga menggagas Festival Payung Indonesia ini.
Sebanyak 160 peserta model plus size akan meramaikan pagelaran acara ini. Mereka telah dikurasi oleh panitia lewat audisi model pada minggu lalu. Pada acara coaching clinic tersebut, para peserta dilatih untuk bergaya ala model profesional.
"Kami ingin menunjukkan bahwa batik adalah karya luar biasa dari Kota Solo. Dengan menampilkan ratusan batik urban style para desainer lokal. Kami juga kolaborasikan event ini dengan pertunjukan musik, tari, dan sebagainya," tukasnya. (ul/nik)
Editor : Damianus Bram