RADARSOLO.COM-Menari tidak sekadar melakukan gerakan-gerakan luwes nan indah.
Selain melestarikan kesenian tradisional, ternyata menari memiliki banyak manfaat. Terutama kepada anak-anak.
Di masa pertumbuhan, kemampuan anak mengembangkan motoriknya harus dipacu.
Kemampuan motorik dibagi menjadi dua, yakni motorik halus dan motorik kasar.
Kemampuan motorik kasar melibatkan pergerakan otot-otot besar, contohnya tungkai dan lengan.
Sedangkan kemampuan motorik halus adalah gerakan yang melibatkan otot-otot kecil, contohnya jari tangan.
Menurut beberapa pegiat kesenian di Kabupaten Karanganyar, melatih motorik anak dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan, seperti aktivitas atau belajar menari.
Koreografer sekaligus salah satu pegiat seni di Karanganyar Ari Kuntardi mengungkapkan, menari memiliki manfaat yang besar dalam membantu meningkatkan motorik kasar dan halus anak.
Untuk motorik kasar, gerakan fisik pada anak bisa dikenali dari kemampuannya melakukan gerakan antara lain keseimbangan, kecepatan, perubahan, ekspresi.
Berikutnya teknik mengendalikan tubuh, gerakan energik, dan koordinasi anggota tubuh.
Penerapan kegiatan menari juga dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar halus, terutama pada anak usia 5-6 tahun.
"Sesuai dengan penelitian dari teman-teman pegiat seni budaya, dengan menari, anak-anak dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar dan halus," terang Ari Kuntardi.
Perkembangan tersebut terjadi pada usia 5-6 tahun secara optimal.
Kemampuan fisik motorik pada anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan seni tari, sangat berpengaruh terhadap kemampuan mereka.
Seni tari bisa jadi wadah bermain dan penyaluran ekspresi pada anak.
"Seni tari itu bisa dikembangkan untuk melatih motorik anak, terutama dalam menggerakkan kaki, tangan dan tubuh," imbuh Air Kuntardi.
Ini dilakukan sesuai dengan irama atau ketukan suara musik pengiringnya. Jadi ketika anak-anak menari, bisa mengembangkan keseimbangan tubuh mereka. (rud/nik)
Editor : Tri Wahyu Cahyono