Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mengungkap Gaya Hidup Keluarga Muda yang Tergoda Foya-foya, Tergiur Promo Marketplace

Antonius Christian • Minggu, 19 November 2023 | 02:58 WIB

Ilustrasi pasangan muda yang sering terjebak gaya hidup hedon dengan membeli aneka barang tak sesuai kebutuhan.
Ilustrasi pasangan muda yang sering terjebak gaya hidup hedon dengan membeli aneka barang tak sesuai kebutuhan.


RADARSOLO.COM-Mengatur keungan dalam keluarga sangat penting. Terutama bagi pasangan muda yang baru menikah.

Namun tanpa disadari, mereka banyak yang terjerumus gaya hidup hedon dan boros. Sehingga pemasukan dan pengeluaran tidak berimbang.

Contoh gaya hidup boros dialami Fransisca, warga Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Dia kerap membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Mumpung ada promo. Itulah kalimat yang terlontar dari mulut Endah. Dia mengaku tergiur potongan harga alias promo di marketplace atau toko online.

Bahkan sampai kecanduan belanja online, sejak masih duduk di bangku kuliah.

“Sudah lama (beli di toko online). Sejak ada toko online, hampir tiap bulan saya check out (barang),” ujarnya.

Dulu saat masih kuliah, Endah sering membeli kebutuhan fashion. Seperti baju, sepatu, tas, dan make-up.

“Macam-macam belinya. Suka belanja karena banyak promo. Eman-eman (sayang) kalau tidak diambil. Belum tentu bulan depan ada,” imbuhnya.

Terkadang barang yang dibeli online tak sesuai ekspetasi. Mulai dari warna kurang cocok, ukuran tidak pas, dan sebagainya. Kejadian tak mengenakkan itu tak membuatnya kapok.

Meskipun ada fitur refund di marketplace, di mana pembeli berhak mengembalikan barang yang tidak sesuai pesanan. Tetapi fitur tersebut tak pernah di manfaatkan Endah.

Malah dia pilih membeli ulang barang dengan jenis yang sama, tapi di toko yang berbeda.

Lalu ke mana barang yang terlanjur dibeli? Endah mengaku barang tersebut disimpan.

“Ujung-ujungnya dibuang karena rusak. Ada juga yang dimakan rayap di dalam lemari,” ujarnya.

Kebiasan boros ini semakin menjadi-jadi, saat Endah sudah mendapat pekerjaan. Dengan alasan self reward, gaji bulanannya kerap habis. Tak tersisa karena kecanduan belanja online.

Bahkan masih pertengahan bulan. “Jadinya kadang meminta uang ke orang tua untuk mencukupi kebutuhan sampai tanggal gajian,” bebernya.

Setelah menikah dan memiliki anak, Endah tak kunjung insaf. Dia masih hobi men-scroll aplikasi toko online di layar smartphone-nya.

Alasanya sekarang beda, yakni membeli kebutuhan untuk anak dan suami. Dalam sebulan, rata-rata menghabiskan Rp 2 juta hanya untuk memenuhi hasrat belanja online.

Ironisnya, hobi borosnya ini berubah jadi hedon. Setelah muncul layanan PayLater atau beli dulu bayar nanti di marketplace.

Endah kian gelap mata. Makin berani membeli barang dengan harganya fantastis. Seperti smartphone baru, laptop, tablet, sofa, hingga barang mewah lainnya.

Padahal di rumahnya barang-barang serupa sudah ada dan kondisinya lumayan bagus. Namun karena tergiur produk baru, tanpa pikir panjang dia langsung membeli.

“Biasanya saya cicil setahun. Memang bunganya tinggi. Misal saya beli HP (handphone), kalau bayar cash Rp 5 juta. Kalai dicicil setahun jatuhnya jadi Rp 7,5 juta. Mungkin karena tidak agunan, jadi cicilannya tinggi,” paparnya.

Gaya hidup boros dan hedon Endah juga dibarengi kesenangan untuk traveling bersama anak dan suami. Biayanya diambil dari tabungannya di koperasi.

“Kebetulan di kantor ada koperasi, jadi nabung Rp 1 juta sebulan di sana. Biasanya cairnya mendekati Lebaran. Pas cair ya langsung habis buat plesiran,” ujarnya.

Sementara itu, secara nasional berdasarkan data statistik e-Commerce 2022, kebutuhan rumah tangga masuk urutan ketiga, komoditas paling diburu di marketplace. Persentasenya 9,67 persen. Di bawah komoditas makanan dan minuman, serta fashion.

“Rata-rata pengeluaran per kapita dalam sebulan di Kota Solo pada 2022 mencapai Rp 1.746.011. Didominasi kelompok komoditas perumahan dan fasilitas rumah tangga," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo Ratna Setyowati.

"Persentasenya 31,37 persen. Selanjutnya kelompok komoditas makanan dan minuman sebesar 18.60 persen,” imbuhnya. (atn/ul/fer)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#self reward #promo #marketplace #boros #belanja #toko online #kebutuhan