Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Segera 'Bayar' Hutang Puasa, Berikut Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadhan Lengkap Arab dan Artinya

Syahaamah Fikria • Sabtu, 13 Januari 2024 | 21:48 WIB

Ilustrasi tiga orang berbuka puasa saat Ramadhan (Pexels)
Ilustrasi tiga orang berbuka puasa saat Ramadhan (Pexels)

RADARSOLO.COM - Kurang dari tiga bulan lagi, bulan puasa Ramadhan telah tiba.

Bagi umat muslim yang masih memiliki hutang puasa di bulan Ramadhan tahun lalu, sebaiknya segera membayarnya dengan puasa ganti atau puasa qadha.

Hukum puasa Ramadhan adalah wajib.

Namun, pada praktiknya tidak semua orang dapat melaksanakan puasa Ramadhan sebulan penuh, karena ada berbagai alasan.

Alasan itu seperti sakit, haid atau karena alasan perjalanan (safar) jauh yang memenuhi syarat.

Maka itu, bagi yang berhalangan puasa di bulan Ramdhan, diwajibkan untuk menjalankan puasa ganti atau puasa qadha.

Niat Puasa Ganti

Bagi yang akan melaksanakan puasa ganti, jangan lupa untuk melafalkan niat puasa ganti Ramadhan, yakni:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَال

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

"Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Umat muslim yang akan meng-qadha puasa Ramadhan juga wajib membaca niat puasa ganti di malam hari, menurut Mazhab Syafi’i.

Hal ini seperti dijelaskan Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’-nya:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.

Artinya:

"Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, 'Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.' Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits," (Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, [Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H], juz II). (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa qadha #niat #ramadhan #puasa ganti