Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bacaan dan Keistimewaan Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab Sesuai Anjuran Gus Iqdam: Uang Tak Kunjung Habis

Syahaamah Fikria • Sabtu, 10 Februari 2024 | 02:35 WIB
Ilustrasi berdoa di bulan Rajab.
Ilustrasi berdoa di bulan Rajab.

RADARSOLO.COM - Pekan ini menjadi pekan terakhir bulan Rajab 1445 Hijriyah.

Termasuk hari ini (9/2) adalah Jumat terakhir di bulan Rajab.

Gus Muhammad Iqdam Kholid alias Gus Iqdam dalam ceramahnya menyampaikan, ada sebuah amalan yang dianjurkan dibaca pada Jumat terakhir di bulan Rajab.

Dengan melaksanakan amalan ini, rezeki atau uang akan terus mengalir dan tak kunjung habis sepanjang tahun, sebagaimana riwayat ulama.

Bahkan, Gus Iqdam pun memiliki pengalaman sendiri dalam mengamalkan amalan Jumat terakhir bulan Rajab.

Di mana pada tahun lalu dia sendiri juga melaksanakan amalan tersebut, dan merasakan hal luar biasa.

“Wes golek ono tenan nang tanggalan mu, Jumat akhir nang Bulan Rajab (Sudah carilah dengan benar di kalendermu hari Jumat terakhir di bulan Rajab),” kata Gus Iqdam dalam ceramahnya, dilansir dari laman jatim.nu.or.id.

Banyak habib dan kiai juga mengijazahkan amalan Jumat terakhir bulan Rajab.

Hal ini juga berdasarkan ijazah dari sulthanul ulama dari Yaman, almukarram Al-Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri saat berkunjung ke Indonesia.

Bacaan Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab

Banyak habib dan kiai mengijazahkan amalan Jumat terakhir bulan Rajab.

Hal ini juga berdasarkan ijazah dari sulthanul ulama dari Yaman, almukarram Al-Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri saat berkunjung ke Indonesia.

Adapun bacaanya adalah sebagai berikut:

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh

Artinya: Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.

Tata Cara dan Keistimewaan Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab

Tata cara melaksanakan amalan tersebut yakni dibaca saat khatib duduk di antara khutbah pertama dan kedua.

Amalan ini dibaca sebanyak 35 kali.

Keistimewaan atau keutamaan membaca amalan ini adalah agar di sepanjang tahun, rezeki atau uang yang dimiliki tidak habi-habis.

Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menulis keterangan dari gurunya, Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith sebagai berikut:


فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ


Artinya: Faedah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh’. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil. (Al-Habib Ali bin Hasan Baharun, Al-Fawaid al-Mukhtarah, halaman: 445)

Perlu diingat, amalan apapun yang dijalankan, tujuan utamanya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Serta didasari niat mengikuti jejak mulia para ulama terdahulu. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Amalan #Jumat #rajab #gus iqdam