RADARSOLO.COM - Mungkin belum banyak orang yang tahu dengan keberadaan Rhinoceros Iguana. Sebagai salah satu spesies iguana, hewan ini terbilang cukup langka. Ini keunikannya.
Iguana bertanduk yang wajahnya mirip-mirip dengan badak bercula itu, memang belum banyak dipelihara masyarakat di Indonesia.
Ini karena jumlahnya yang tak begitu banyak, serta harga jualnya yang bisa bikin geleng-geleng karena akan menguras dompet dalam dalam.
Bagaimana tidak, Rhinoceros Iguana ukuran dewasa harga jualnya bisa sampai Rp 50 juta per satu ekornya.
Salah satu penjual Rhinoceros Iguana asal Solo Fabel Pet Gallery memamerkan satwa langka ini di event Morph Attack 2024 di Pakuwon Trade Center Surabaya 29 Februari-10 Maret 2024.
Kehadiran spesies iguana purba itu pun langsung mencuri perhatian khalayak umum. Ini karena tampilannya yang memang sangat berbeda dengan spesies iguana pada umum.
Rhinoceros Iguana ini endemik Pulau Hispaniola di Haiti-Republik Dominika. Perbedaan dengan iguana lainnya itu memang sudah berbeda dari genus dan spesiesnya.
Kalau Rhinoceros Iguana ini nama latinnya Cyclura cornuta, semantara iguana yang banyak dipelihara itu nama latinnya Iguana iguana.
“Jadi Rhinoceros Iguana ini masuk salah satu spesies iguana purba yang masih eksis di dunia,” terang Owner Fabel Pet Gallery Yohana Fransiska kepada RadarSolo.com, Jumat (1/3/2024) lalu.
Dilihat dari bentuknya, Rhinoceros Iguana memang memiliki tampilan yang lebih sangar dari iguana biasa yang tersebar di Amerika Serikat hingga Amerika Latin.
Bentuk tubuhnya yang lebih padat dari iguana biasa, menambah kesan intimidatif. Ciri khasnya tentu ada pada tanduk di bagian hidung.
Yakni dengan dua benjolan besar di bagian kepala, serta kantung leher yang bulat tebal. Kondisi ini tentunya membuat siapa saja sepakat jika iguana satu ini memang berbeda dari jenis yang lainnya.
Karena statusnya sebagai salah satu iguana purba yang masih eksis, Rhinoceros Iguana pun usianya panjang.
"Jadi bisa sampai 40-75 tahun. Ukurannya juga bisa cukup gede. Pejantan maksimal bisa sampai 10 kg dengan panjang 135 cm, sementara betina sedikit lebih kecil,” terangnya.
Merujuk berbagai literasi yang membahas seputar Iguana asal Pulau Hispanola itu, Rhinoceros Iguana bisa hidup diberbagai habitat berbeda mulai dari semak belukar, daerah hutan yang lembab maupun kering.
Termasuk di dataran rendah, pinggir pantai, hingga pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Pulau Hispaniola itu.
Karena itulah perawatan si iguana purba ini juga tidak begitu rumit karena tidak jauh berbeda dengan merawat reptil pada umumnya.
Tentunya tetap harus rutin dijemur, dijaga kebersihan kandangnya, dan lain sebagainya agar kondisi kesehatannya tetap terjaga.
“Hewan ini menyukai suhu hangat dan kering, tapi tetap butuh sedikit air untuk minum dan berendam untuk melunakkan kulitnya. Terutama pas siklus ganti kulit," jelas Yohana.
Kalau untuk pakan, utamanya sayur berupa dedaunan dan beberapa jenis bunga, tapi hewan ini juga mau makan hewan-hewan kecil dan serangga kecil dalam porsi yang lebih sedikit.
Di habitat negara aslinya, Rhinoceros Iguana terbilang cukup terancam. Ini karena populasinya terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Tapi bagi kalian yang ingin memelihara di Iguana bermuka badak ini tak perlu khawatir, karena Rhinoceros Iguana yang dijual di Fabel Pet Gallery ini bukanlah hasil tangkapan liar, melainkan hasil budi daya mandiri.
“Ini hasil budi daya sendiri. Harga satu ekor anakan sekira Rp 5 juta saja, tapi kalau dewasa bisa sampai Rp 50 juta. Pangsa pasarnya di Indonesia maupun mancanegara masih sangat terbuka karena biasanya yang mencari memang kolektor hewan eksotis,” paparnya.
Bagi kalian para pecinta hewan eksotis khususnya dari jenis reptil, memelihara Rhinoceros Iguana bisa jadi opsi yang baik jika sudah memiliki dana lebih untuk memboyongnya ke rumah kalian.
Memelihara iguana asli Kepulauan Karibia ini akan menjadi kesibukan yang menyenangkan.
“Perawatan hariannya juga tidak ribet, cukup beri makan, bersihkan kandang, ganti air, dan ajak berinteraksi. Terkadang suka manja dan senang dielus pada bagian dahinya yang nonong atau pipinya yang gembul,” terang Yohana. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram