RADARSOLO.COM- Bentuk keris puthut sajen yang sederhana, ternyata tidak sesederhana filosofinya.
Ketua I sekaligus Ketua Bidang Edukasi Komunitas Boworoso Tosan Aji Solo (Brotosuro) Ady Sulistyo menyebut, keris puthut sajen sebagai cikal bakal alias prototipe dari beragam dhapur keris.
Dalam tradisi Sunda kuno, kata sajen berasal dari kata sesaji yang mengandung makna 'Sa-Ajian'.
Jika dijabarkan sebagai berikut:
Sa : bermakna tunggal
Sa : juga bermakna Seuneu, bara atau Api (aura - energi)
Ajian : bermakna Ajaran
Sa-Ajian bermakna ajaran yang Tunggal atau menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Sesajen mengisyaratkan bahwa keganasan atau kedinamisan alam, dapat diatasi atau ditangani dengan upaya menyatukan diri dengan alam atau beserta alam, bukan dengan cara merusak atau menguasai alam," beber Ady.
Ritual ini merupakan bentuk metafora atau Siloka penyatuan manusia dengan alam.
Kata Sa-ajian secara keseluruhan bermakna menyatukan keinginan (kahayang-kahyang) dengan keinginan alam atau beserta alam (menyatu dengan alam) dan menyatu dengan kehendak-NYA.
Secara keseluruhan, kata “sajen” mempunyai makna energi ajaran Hyang Maha Tunggal (monotheisme).
Makna Sesajen dalam konteks Sunda Purba bermakna negara.
Siloka dalam upacara sesajen adalah penyampaian dalam bentuk pengandaian atau gambaran yang berbeda (aphorisma). Kearifan lokal (local genius) yang disimbolkan dalam sesajen yang diturunkan oleh leluhur kita.
"Pada akhirnya, sesajen bermakna mengimplentasikan pemahaman ajaran ke-Tuhan-an dalam kehidupan sehari-hari dengan sebaik-baiknya," ungkap Ady.
"Menjadi ajaran dan agama (keyakinan) yang dipegang secara turun-temurun, untuk kebaikan lahir dan batin di dunia dan di alam kekosongan (sunyata) akhirat," imbuh dia.
Jadi keris puthut sajen, kata Ady, mempunyai makna ajaran tentang Ketuhanan untuk kebaikan lahir dan batin manusia.
"Begitupun dengan makna keris di generasi selanjutnya seperti yang telah kita baca dari relief pande. Salah satunya di Candi Sukuh, Kabupaten Karanganyar," jelas Ady. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono