Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

KERIS WUKU SINTA | Berwatak seperti Raja dan Pandita, Cocok dengan Dhapur Ini

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 27 Maret 2024 | 03:56 WIB
Ilustrasi Wuku Sinta
Ilustrasi Wuku Sinta

RADARSOLO.COM- Masyarakat Jawa cukup akrab dengan 30 Wuku. Nah dari Wuku tersebut, para leluhur memberikan tetenger terkait watak dan karakter sesesorang berdasarakan Wukunya.

Termasuk, dhapur keris yang sesuai untuk masing-masing Wuku.

Wuku Sinta adalah wuku pertama di penanggalan Pawukon.

Dikutip dari https://www.academia.edu Wuku Sinta memiliki pelindung Sanghyang Batara Yamadipati.

Wataknya seperti raja dan pendita. Memiliki banyak kemauan, keras, cepat bahagia, bakat kaya harta benda.

Adapun dhapur keris yang cocok yakni panimbal, condong campur, jalak tilamsari, jalak dhinding, jalak sangutumpeng dan jalak ngore.

Keris Panimbal

Di zamannya, keris ber-dhapur panimbal banyak dimiliki oleh para abdi dalem keraton.

Tuahnya membantu pemiliknya mudah dipercaya melaksanakan tugas dari sang raja atau pimpinan.

Adapun filosfi keris ber-dhapur panimbal adalah mengajarkan tentang kebijaksanaan dan kekuasaan.

Sebagai manusia harus melaksanakan tugas dan kewajibannya kepada Sang Pencipta dan berbuat kebaikan kepada sesama makhluk.

Pemilik keris ber-dhapur panimbal dipercaya mempunyai kharisma dan daya pikat untuk memengaruhi orang lain.

Keris ber-dhapur panimbal juga disebut-sebut bisa sebagai sarana memanggil keris lainnya untuk dimiliki.

Keris Condong Campur

Keris ber-dhapur condong campur merupakan perlambang keinginan untuk menyatukan perbedaan.

Condong berarti miring yang mengarah ke suatu titik, yang berarti keberpihakan atau keinginan.

Sedangkan campur berarti menjadi satu atau perpaduan.

Dengan demikian, Condong Campur adalah keinginan untuk menyatukan suatu keadaan tertentu.

Keris Jalak Tilamsari

Jalak Tilamsari terdiri dari beberapa kata yang masing-masing memiliki perlambang.

Kata Jalak melambangkan laki-laki sebagai kepala rumah tangga.

Adapun Tilam sebagai tempat pembaringan atau tempat beristirahat. Makna luasnya adalah rumah tempat tinggal. Sedangkan Sari adalah harum mewangi.

Laki-laki yang memiliki keris ber-dhapur Jalak Tilam Sari diharapkan menjadi kepala rumah tangga yang mampu mengayomi seluruh anggota keluarga.

Mendapatkan kemuliaan, kebahagiaan, kedamaian, dihormati orang disekelilingnya dan tentunya perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Keris Jalak Dinding

Mirip dengan keris berdhapur Jalak Tilam Sari. Filosofi keris Jalak Dinding diurai sesuai dengan kata penyusunnya.

Jalak merupakan burung yang lincah dalam beraktivitas. Mudah beradaptasi dengan beragam lingkungan. Memberikan rasa senang kepada siapa saja namun tetap waspada.

Sedangkan dinding menyimbolkan karakter seseorang yang kuat.

Diharapkan pemilik keris Jalak Dinding mampu menghadapi semua tantangak hidupan dengan penuh semangat. Tidak mudah tergoyahkan. Madep mantep kepada Sang Pencipta.

Keris Jalak Sangutumpeng

Burung jalak seperti yang digambarkan di atas, kini diibaratkan sedang membawa tumpeng. Yakni nasi yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk kerucut.

Di nasi tumpeng dengan beragam lauk tersebut biasanya disuguhkan saat menggelar syukuran.

Bentuk kerucut nasi tupeng melambangkan hanya menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Nah, keris ber-dhapur Jalak Sangu Tumpeng memiliki filosofi selalu mengedepankan Tuhan dan sesama.

Keris Jalak Ngore

Penggunaan nama jalak pada sejumlah dhapur keris karena burung ini menjadi kelanganenan masyarakat.

Selain pandai berkicau, buruk jalak memiliki kepekaan tinggi dengan kondisi lingkungannya, serta kelebihan lainnya.

Lalu apa makna kata Ngore? Ngore dalam bahasa Indonesia diartikan mengurai.

Yakni mampu melepaskan diri dari kesulitan dan permasalahan.

Ngore juga diibarakatkan seseorang yang memiliki keuletan dan ketekunan.

Artinya, pemilik keris ber-dhapur Jalak Ngore mampu membawa kebahagiaan kepada lingkungan sekelilingnya dan selalu waskita.

Ketika menghadapi tantangan, mampu menyelesaikannya dengan baik.

Demikian uraian singkat tentang dhapur keris yang cocok dengan seseorang berwuku Sinta. (wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#condong campur #keris #jalak dinding #wuku sinta #panimbal #jalak sangu tumpeng