Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Mau Bertanam Anggrek dengan Hasil Optimal, Ini Dia Tipsnya

Damianus Bram • Jumat, 19 April 2024 | 03:55 WIB
TELATEN: Nandang Pangestu menunjukkan koleksi anggreknya serta beberapa media tanam yang kerap dipakai untuk menanam anggrek.
TELATEN: Nandang Pangestu menunjukkan koleksi anggreknya serta beberapa media tanam yang kerap dipakai untuk menanam anggrek.

RADARSOLO.COM - Supaya tanaman anggrek tumbuh dengan optimal, media tanam harus sesuai. Pehobi dapat menggunakan banyak jenis media tanam.

Mulai pakis cacah, cocopeat, hingga arang. Namun, tak semuanya sesuai dan perlu trial and error.

Penggunaan media tanam bagi anggrek haruslah tepat. Jika asal memilih, bisa-bisa tanaman tidak bertumbuh optimal.

Sebab, setiap media tanam memiliki karakteristik tersendiri. Dengan begitu, pehobi harus menyesuaikan dengan sejumlah faktor. Mulai jenis anggrek hingga kondisi lingkungan.

Dilansir dari Jawa Pos, seorang pehobi anggrek asal Surabaya Nandang Pangestu menekankan pentingnya menggunakan media tanam berkualitas tinggi.

Baik media tanam alami seperti pakis cacah, cocopeat, maupun media alternatif seperti genting dan styrofoam.

”Setiap media tanam memiliki karakteristik dan manfaatnya sendiri,” ujarnya, Kamis (1/2) lalu.

Arang menjadi media tanam yang paling sering dipakai pehobi atau awam sekalipun. Pasalnya, arang sangat mudah ditemukan di daerah mana saja.

Hanya, arang lebih mudah berjamur, terlebih jika berada di lingkungan lembap. Mengatasi hal tersebut, Nandang memiliki metode khusus untuk meningkatkan daya guna arang.

Caranya adalah, mencuci bersih sebelum digunakan. ”Setelah itu dikeringkan, baru bisa dipakai,” jelas dia.

Pehobi juga bisa menggunakan media tanam alami yang memiliki daya tahan lebih baik. Di antaranya, pakis, cocopeat, cocofiber, cocoblock, sphagnum moss, dan moss hitam.

Itu lebih tahan terhadap jamur dan memiliki umur pakai yang lebih lama. Untuk pakis, dapat direndam dua sampai tiga hari dengan ZPT.

Metode tersebut dilakukan agar pakis mampu menyediakan unsur hara. Dengan demikian, saat anggrek ditanam, dapat langsung memperoleh unsur hara.

”Bisa mempercepat pertumbuhan akar dan tidak berpotensi mengalami stres,” katanya.

Pemilihan media tanam yang tepat juga harus menyesuaikan usia anggrek. Misalnya, jika masih seedling, itu membutuhkan yang lebih lembap.

Sebaiknya, hindari arang, sekam bakar, dan sabut kelapa. Terlebih, ada kandungan tanin yang rentan terhadap pertumbuhan bayi anggrek. Yang paling sesuai bagi Nandang adalah moss hitam.

”Kalau sudah usia remaja, bebas bisa pakai apa saja,” tuturnya.

Karakteristik jenis anggrek juga berbeda. Misalnya, anggrek gurun dan Dendrobium hybrid lebih sesuai dengan media tanam yang tak terlalu menyimpan air. Salah satunya pasir malang.

Nah, kalau yang menyerap nutrisi banyak, yakni anggrek bulan, bisa menggunakan media tanam yang lebih banyak menyimpan air.

”Kalau saya, lebih hindari sekam bakar karena mudah hancur,” ungkap dia. (dho/c12/ai/JPG/adi)

Editor : Damianus Bram
#media tanam #genting #arang #anggrek #styrofoam #Cocopeat